Waspadalah, Penyakit Asam Urat Berisiko Kematian


Rabu, 08 Juli 2020 - 06:22:00 WIB
Waspadalah, Penyakit Asam Urat Berisiko Kematian Ilustrasi asam urat.

HARIANHALUAN.COM - Penyakit gout atau asam urat adalah penyakit kronis yang ditandai dengan nyeri sendi dan sakit apabila digerakkan. Gejala asam urat ditandai dengan adanya hiperurusemia atau peningkatan kadar asam urat dalam darah yang melebihi batas normal. 

Swperti dikutip dari kontan.co.id, Rabu (8/7/2020), sadar asam urat normal pada pria pada umumnya, yakni 7,0 mg/dL. Sementara, kadar asam urat normal pada wanita adalah 5,7 mg/dL. 

Penyakit asam urat tidak secara langsung menyebabkan kematian, tapi jika kadar asam urat ini dibiarkan terus tinggi dapat menimbulkan komplikasi asam urat yang berakibat kematian. 

Salah satu bahaya yang mungkin terjadi, yaitu kristal urat dapat mengendap di ginjal dan saluran kemih hingga membentuk batu ginjal serta bisa membuat gagal ginjal akut yang mengancam jiwa. Kristal urat juga dapat menyumbat pembuluh darah, sehingga penderita berisiko terkena penyakit jantung koroner ataupun stroke. 

Menjadi lebih berisiko terkena komplikasi asam urat berbahaya, jika pengidap hiperurisemia berhubungan dengan sindrom metabolik, seperti kegemukan, diabetes mellitus, kadar kolesterol tinggi dan lemak darah tinggi. 

Lalu, benarkah asam urat lebih sering serang pria daripada wanita? Mengapa bisa demikian? 

Perhimpunan Reumatologi Indonesia memang pernah menulis, gout mengena 1%-2% orang dewasa dan merupakan kasus artritis inflamasi terbanyak pada pria. Prevalensi penyakit asam urat bahkan diperkirakan antara 13,6 per 1.000 pria dan 6,4 per 1.000 wanita. 

Prevalensi asam urat meningkat sesuai umur dengan rata-rata 7% pada pria umur di atas 75 tahun dan 3% pada wanita umur di atas 85 tahun. 

Melansir Buku Asam Urat (2011) oleh Dr. dr. Joewono Soeroso, Sp.PD-KR, M.Sc. dan Hafid Algristian, Sp.Ked., penyakit asam urat sebenarnya tidak hanya menyerang kaum pria, tapi juga wanita. 

Namun, pria memang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit asam urat. Hal itu dikarenakan, tubuh wanita dapat memproduksi hormon estrogen yang bisa  menurunkan risiko penumpukan asam urat. 

Pada wanita, hormon estrogen membuat pengeluaran asam urat dari dalam tubuh lebih efektif. Baru pada saat menopause, hormon estrogen pada wanita tidak langsung diproduksi. Pada masa inilah, wanita memiliki kemungkinan lebih besar terserang asam urat. 

Melansir Mayo Clinic, dijelaskan pula, bahwa gout lebih sering terjadi pada pria, terutama karena wanita cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih rendah. 

Hal itu bisa tercermin dari perbedaan kadar asam urat normal pada pria yang lebih tinggi daripada wanita. Namun, setelah menopause, kadar asam urat wanita bisa mendekati pria. 

Pria juga lebih mungkin terkena gout lebih awal, biasanya antara usia 30 dan 50 tahun, sedangkan wanita pada umumnya mengalami tanda dan gejala asam urat setelah menopause. 

Meski demikian, patut dipahami bersama, hampir semua kasus asam urat diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, sehingga siapa saja sangat disarankan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat. 

Bisa dibilang asam urat adalah penyakit yang gampang-gampang susah, yakni gampang diterapi, tapi susah dihilangkan karena telanjur diturunkan secara genetik. 

Jadi, daripada menyalahkan orangtua, Anda lebih baik mulai mengikuti pola hidup sehat dari sekarang sebagai cara mencegah asam urat. (*)

loading...
 Sumber : Kontan.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]