AS Resmi Keluar dari WHO, Ini Alasannya


Rabu, 08 Juli 2020 - 10:55:41 WIB
AS Resmi Keluar dari WHO, Ini Alasannya Ilustrasi

WASHINGTON DC, HARIANHALUAN.COM - Amerika Serikat (AS) secara resmi memulai proses keluarnya negara ini dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintahan Presiden Donald Trump baru saja memberitahu Kongres AS dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) soal penarikan diri secara resmi dari WHO.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Rabu (8/7/2020), seorang juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dan seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa AS telah memberitahu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, bahwa AS akan secara efektif keluar dari WHO pada tahun depan.

"Pemberitahuan penarikan diri Amerika Serikat, efektif pada 6 Juli 2021, telah diserahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB, yang merupakan depository untuk WHO," sebut seorang pejabat Deplu AS yang enggan disebut namanya.

Laporan Associated Press menyebut bahwa pihak Deplu AS dan PBB menyatakan bahwa pemberitahuan soal penarikan diri dari WHO itu dikirimkan kepada Guterres pada Senin (6/7) waktu setempat dan baru akan berlaku efektif dalam setahun ke depan.

Di bawah ketentuan penarikan diri, AS harus memenuhi kewajiban finansial kepada WHO sebelum semua prosesnya diselesaikan. AS yang merupakan penyumbang terbesar bagi WHO, diketahui membayar lebih dari US$ 450 juta per tahun. Saat ini, AS diketahui masih harus membayar kewajiban sebesar US$ 200 juta kepada WHO.

Diketahui bahwa pada 29 Mei lalu, Trump mengumumkan AS akan keluar dari WHO karena hal yang disebutnya sebagai respons tidak memadai untuk awal pandemi virus Corona (COVID-19) yang pertama muncul di Wuhan, China, akhir tahun lalu.

Kurang dari dua pekan sebelum itu, AS merilis peringatan terhadap WHO yang memberikan waktu 30 hari kepada badan kesehatan PBB itu untuk melakukan reformasi atau kehilangan dukungan AS. Saat itu, Trump dalam pengumuman resmi Gedung Putih menyebut otoritas China mengabaikan kewajiban melapor pada WHO dan menekan WHO untuk menyesatkan publik soal kemunculan wabah Corona.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Sekjen PBB menyatakan pihaknya telah menerima pemberitahuan dari AS itu. "Kini masih dalam proses memverifikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia soal apakah seluruh persyaratan untuk penarikan semacam itu telah dipenuhi," sebut juru bicara tersebut.

Persyaratan yang dimaksud 'termasuk memberikan pemberitahuan satu tahun dan sepenuhnya memenuhi pembayaran kewajiban finansial yang ditetapkan'. Disebutkan juga bahwa pengiriman surat pemberitahuan dari AS kepada PBB ini menandai dimulainya proses penarikan diri yang berlangsung selama setahun ini.

Salah satu Senator AS dari Partai Demokrat, Robert Menendez, yang merupakan anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS membenarkan bahwa Trump telah memberitahukan Kongres AS secara resmi soal penarikan AS dari WHO. Menendez sendiri mengkritik langkah yang diambil Trump ini.

"Kongres telah menerima pemberitahuan bahwa POTUS (Presiden AS-red) secara resmi menarik AS dari WHO di tengah pandemi," sebut Menendez.

Menendez menyebut respons Trump terhadap COVID itu kacau dan tidak koheren. "Ini tidak akan melindungi nyawa warga Amerika atau kepentingannya -- ini membuat warga Amerika sakit dan hanya Amerika sendiri," tegasnya.

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:22:56 WIB

    Petinggi AS: Herd Immunity Bisa Berujung pada Kematian Massal

    Petinggi AS: Herd Immunity Bisa Berujung pada Kematian Massal HARIANHALUAN.COM - Kegagalan Amerika Serikat untuk meredam penyebaran virus corona akan mengakibatkan korban nyawa yang masif terutama pada kelompok masyarakat rentan, meski bisa berujung pada kekebalan kelompok (herd immunit.
  • Sabtu, 15 Agustus 2020 - 08:50:10 WIB

    Pembatasan Covid-19, Argentina Fokuskan Lockdown di Buenos Aires

    Pembatasan Covid-19, Argentina Fokuskan Lockdown di Buenos Aires HARIANHALUAN.COM - Pembatasan Covid-19 di Argentina diperpanjang hingga 30 Agustus, kata Presiden Alberto Fernandez, Jumat (14/8/2020). Dan, dia menegaskan bahwa penguncian akan berfokus di sekitar Ibu Kota Buenos Aires..
  • Jumat, 14 Agustus 2020 - 14:53:37 WIB

    500 Orang Positif Covid-19 di Hagia Sophia Turki, Termasuk Jurnalis dan Anggota Parlemen

    500 Orang Positif Covid-19 di Hagia Sophia Turki, Termasuk Jurnalis dan Anggota Parlemen HARIANHALUAN.COM - 500 orang terkonfirmasi Covid-19 di Masjid Hagia Sophia, Turki usi usai menunaikan salat Jumat. Bahkan, dari ratusan orang itu termasuk anggota parlemen dan jurnalis. Hal itu bisa terjadi karena para jemaa.
  • Jumat, 14 Agustus 2020 - 14:31:31 WIB

    Kim Jong-un Cabut Lockdown, Tapi Perbatasan Tetap Dijaga Ketat

    Kim Jong-un Cabut Lockdown, Tapi Perbatasan Tetap Dijaga Ketat HARIANHALUANCOM -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mencabut lockdown atau penguncian wilayah di Kota Kaesong dan sekitarnya. Meski lockdown sudah dicabut, Kim menyerukan agar kontrol di perbatasan harus tetap diperke.
  • Jumat, 14 Agustus 2020 - 08:08:02 WIB

    Israel Disebut Pasti Hentikan 'Menjajah' Palestina

    Israel Disebut Pasti Hentikan 'Menjajah' Palestina HARIANHALUAN.COM - Israel dikabarkan setuju untuk menghentikan lebih jauh upaya aneksasi (pengambilan dengan paksa tanah (wilayah) Palestina. Komitmen tersebut tertuang di bawah perjanjian perdamaian antara Israel, Amerika Se.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]