Ternyata, Ada 22 WNI di Atas Dua Kapal China yang Ditangkap di Batam


Rabu, 08 Juli 2020 - 22:08:52 WIB
Ternyata, Ada 22 WNI di Atas Dua Kapal China yang Ditangkap di Batam Sekitar 22 ABK WNI ditemukan dalam dua kapal ikan berbendera China yang diamankan di perairan Batu Cula, Selat Philip, Belakang Padang, Batam, Rabu (8/7/2020). (haluankepri)

HARIANHALUAN.COM - Tertangkapnya dua kapal ikan berbendera China, Lu Huang Yuan Yu bernomor 118 dan 117 oleh KRI Bubara 868 di perairan Batu Cula, Selat Philip, Belakang Padang, Batam, Rabu (8/7/2020) berawal dari pengejaran Satpolairud dan Satreskrim Polres Karimun sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 12.30 WIB.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi dari Kasat Polairud, Iptu Binsar Samosir terkait pengejaran terhadap dua kapal berbendera China tersebut. “Kasat Polairud telah memimpin aksi pengejaran terhadap dua kapal ikan asal China tersebut,” ujar Kapolres Karimun, AKBP M Adenan.

Kata Adenan, setelah dilakukan pemeriksaan di atas kapal Lu Huang Yu 17 ditemukan 12 orang WNI, mereka itu diantaranya Siswandi asal Jakarta, Casipin asal Brebes, Ansor Azimi asal Sukabumi dan Didi Nuriza asal Pemalang. Samsul asal Tegal dan Budiyono asal Brebes. Kemudian, Samsul asal Tegal dan Budiyono asal Brebes, Muhammad Sokheh asal Tegal, Muhammad Iqbal asal Medan, Defi Nuriyanto asal Brebes, Jeremy ricco asal Semarang, Ahmad Badowi asal Brebes dan terakhir Novantino asal Kediri.

Sementara, diatas kapal dilanjutkan pemeriksaan di kapal Lu Huang Yuan Yu 118, juga ditemukan 9 orang WNI diantaranya Pahlawan Parningotan Sibuea asal Medan, Deni Maulana asal Indramayu, Rahmad Abidin asal Sukabumi, Agus Setiawan asal Lampung, Jonathan Witanto asal Tegal, Durahim asal Cirebon, Nana Suwarna asal Majalengka, Zenrahman asal Medan dan Ali al Hamzah asal Tegal.

“Ditemukan 1 orang WNI yang telah meninggal dunia atas nama Hasan Afriadi asal Lampung diatas kapal Lu Huang Yu 18,” terangnya kepada haluankepri.com (Haluan Media Group).

Adenan menambahkan, jenazah WNI atas nama Hasan Afriadi tersebut ditemukan di dalam freezer kapal Lu Huang Yu 18. Informasinya, WNI tersebut sudah meninggal sejak 20 Juni 2020 dimana sesuai keterangan rekan kerja sesama ABK kapal disebabkan penyakit paru-paru. "Berdasarkan keterangan ABK kapal asal Indonesia, ada sebagian dari ABK kapal asal Indonesia itu mengalami tindak kekerasan fisik saat bekerja diatas kapal tersebut,” ungkapnya.

Menurut dia, saat melakukan pengejaran kapal China tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Kepri, Lanal Batam, KPLP, Bakamla Kepri dan DJBC Kepri. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]