Menteri Pertahanan Ditugaskan Garap Proyek Pangan, Ini Tanggapan PPP


Kamis, 09 Juli 2020 - 09:02:17 WIB
Menteri Pertahanan Ditugaskan Garap Proyek Pangan, Ini Tanggapan PPP Prabowo Subianto

HARIANHALUAN.COM - PPP menilai ditunjuknya Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk menggarap proyek lumbung pangan nasional sebagai langkah yang tepat. PPP mengatakan Prabowo dikenal dengan bicaranya yang membahas ketahanan pangan sejak pemilihan presiden (pilpres).

"Tepat kalau Presiden Jokowi minta Pak Prabowo mengurus lumbung pangan negara kita. Kalau dilihat dari sisi posisi sebagai Menhan tentu tidak pas. Tapi mari kita ingat apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo saat pilpres. Beliau selalu bicara soal ketahanan pangan, swasembada pangan, dan itu bahkan menjadi tema sentral kampanyenya terkait stop impor pangan," kata Sekjen PPP, Arsul Sani kepada wartawan, Rabu (8/7/2020).

Arsul lalu menceritakan bagaimana PPP mendengarkan penjelasan Prabowo soal konsep food, energy, and water (FEW). Arsul mengatakan Prabowo menyampaikan itu sebagai upaya membantu Presiden Jokowi.

"Bahkan lebih lanjut ketika PPP ikut menjembatani masuknya Gerindra ke dalam koalisi pemerintahan maka Pak Prabowo menyampaikan kepada kami tentang konsep FEW (food, energy & water), yakni tentang bagaimana negara ini harus menyiapkan sumber pangan, sumber energi dan sumber daya air. Beliau sampaikan ini dengan niat membantu Pak Jokowi yang waktu itu akan menjadi presiden periode kedua," ujar Arsul.

"Pak Prabowo secara detil menyampaikan itu kepada Pak Suharso dan kami yang tiga kali bertemu Pak Prabowo selanjutnya minta agar disampaikan kepada Presiden Jokowi. Kemudian PPP sampaikan konsep FEW tersebut," sambungnya.

Saat ini, menurut Arsul merupakan waktu yang tepat bagi Prabowo untuk membuktikan konsep ketahanan pangannya. Arsul pun meminta melihat Prabowo sebagai Menhan dalam soal ketahanan pangan.

"Nah kalau sekarang presiden meminta beliau tangani soal lumbung pangan, maka ya itu Pak Prabowo sedang diminta mewujudkan konsep ketahanan pangan yang dibuatnya sendiri. Jadi jangan dilihat kok Menhan disuruh urus pangan?" imbuhnya.

Sebelumnya, Dilansir dari CNBC Indonesia, Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Kemenhan yang dipimpin Prabowo akan menjadi leading sector dari proyek lumbung pangan. Dahnil mengatakan penunjukan itu datang langsung dari Presiden Jokowi.

"Hari ini Kemenhan diberikan tanggung jawab oleh Presiden sebagai leading sector untuk memperkuat food estate. Insyaallah hari Kamis Pak Menhan dan Pak Presiden akan meninjau lokasi di Kalimantan Tengah terkait rencana dengan food estate. Food estate ini akan menjadi logistik cadangan strategis bagi Indonesia yang nanti ditangani oleh prajurit TNI," ujar Dahnil dalam acara peluncuran buku "Ekonomi Pertahanan Menghadapi Perang Generasi Keenam Karya Laksdya TNI Agus Setiadji" yang berlangsung secara virtual.

Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan leading sector dalam proyek lumbung pangan nasional (food estate) tetaplah dipegang oleh dirinya. Keterlibatan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Erick Thohir tidak akan mengubah posisinya sebagai pemimpin dari proyek ini.

Menurut Syahrul, dirinyalah yang pertama kali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengerjakan proyek tersebut.

"Kenapa di 700 ribu hektare lahan rawa gambut, Mentan tidak disebut, beliau (Menteri PUPR) menjelaskan. Jadi sebenarnya dalam momen itu, bahwa kehadiran Menteri PUPR, kehadiran Menhan, kehadiran Menteri BUMN dalam proses 700 ribu Ha di situ, Mentan memang tidak langsung masuk, tetapi leading sectornya tetap Menteri Pertanian," kata Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7).(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]