Penggunaan Rapid Test Corona Tuai Kritik, Pemerintah: Tetap Perlu, Pakai yang Akurasinya Bagus


Kamis, 09 Juli 2020 - 13:16:23 WIB
Penggunaan Rapid Test Corona Tuai Kritik, Pemerintah: Tetap Perlu, Pakai yang Akurasinya Bagus Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Rapid test dinilai tidak perlu dilakukan lagi karena hasilnya tidak akurat mendeteksi virus Corona. Namun pemerintah menegaskan rapid test tetap penting dilakukan.

"Perlu. Pakailah rapid test yang akurasinya bagus," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, kepada detikcom, Kamis (9/7/2020).

Yuri mengatakan, pihak Kementerian Kesehatan sudah punya izin edar alat rapid test yang berakurasi bagus. Maka seharusnya, hanya alat rapid test yang telah tersertifikasi Kemenkes saja yang dipakai sebagai alat tes.

"Maka diikuti rapid test yang sudah ada surat izin edarnya, itu yang dipakai, dan harganya maksimal Rp 150 ribu," kata Yurianto.

Hingga saat ini, alat deteksi COVID-19 yang paling andal adalah real time-polymerase chain reaction (RT-PCR). Namun bukan berarti alat tes jenis rapid test tidak berguna.

"Rapid test itu berguna untuk screening (penapisan -red), supaya yang positif tidak usah bepergian," kata Yurianto.

Sebelumnya, anggota Ombudsman Alvin Lie menyerukan penghentian syarat rapid test bagi calon penumpang pesawat domestik, kapal domestik, dan kereta api. Menurutnya, pemeriksaan suhu tubuh dan jaga jarak sudah cukup untuk mencegah penularan Corona bagi calon penumpang.

"Dengan adanya ini justru kita pertanyakan apakah masih relevan melakukan test antibodi ini sebagai syarat bepergian bagi penumpang pesawat udara, kereta api, maupun kapal. Karena sebenarnya rapid test ini tidak ada gunanya untuk mencegah penularan COVID-19," kata Alvin kepada wartawan, Rabu (8/7) kemarin.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, juga telah menyoroti rapid test. Dia meminta rapid test segera disetop.

"Adanya testing cepat antibodi, rapid test, ini sangat tidak akurat," kata Pandu dalam diskusi 'Jelang Usai PSBB Transisi', pada Sabtu (4/7) kemarin.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 Juli 2020 - 06:28:54 WIB

    Menkes Dorong Penggunaan Fitofarmaka untuk Suplemen Covid-19

    Menkes Dorong Penggunaan Fitofarmaka untuk Suplemen Covid-19 HARIANHALUAN.COMĀ - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendukung penggunaan obat herbal terstandar dan fitofarmaka untuk menjadi suplemen penangananĀ Covid-19. Terawan mengatakan, hal tersebut diatur dalam dua aturan yan.
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:04:57 WIB

    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai, Peneliti: Langkah Awal Kurangi Sampah Plastik

    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai, Peneliti: Langkah Awal Kurangi Sampah Plastik HARIANHALUAN.COM - DKI Jakarta mewajibkan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan di pusat perbelanjaan, swalayan, dan pasar rakyat muli Juli 2020. Peneliti meyakini langkah itu mengurangi sampah plastik..
  • Senin, 06 April 2020 - 08:30:55 WIB

    IDI Sebut Penggunaan Masker Kain Akan Menghambat Droplet

    IDI Sebut Penggunaan Masker Kain Akan Menghambat Droplet JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah pusat meminta agar masyarakat biasa menggunakan masker kain dan tidak menggunakan masker medis. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan masker kain masih efektif untuk mencegah penulara.
  • Selasa, 31 Maret 2020 - 02:45:59 WIB

    Bahaya Iritasi, Penggunaan Ruang Disinfektan Tak Direkomendasikan

    Bahaya Iritasi, Penggunaan Ruang Disinfektan Tak Direkomendasikan Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa penggunaan ruang untuk menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh, tidak direkomendasikan. Karena, bisa menimbulkan iritasi pada kulit, mulut dan ma.
  • Senin, 09 Maret 2020 - 02:01:49 WIB

    Ingat! Ini Tiga Efek Penggunaan Hand Sanitizer Berlebihan

    Ingat! Ini Tiga Efek Penggunaan Hand Sanitizer Berlebihan HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Selain masker, hand sanitizer menjadi barang langka sejak masuknya virus corona di Indonesia. Menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan tangan, memang menjadi salah satu cara untuk menjaga daya .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]