Pria di Kepri Ini Ancam Bunuh Anak Tirinya Jika Tak Mau Berhubungan Badan


Jumat, 10 Juli 2020 - 07:27:50 WIB
Pria di Kepri Ini Ancam Bunuh Anak Tirinya Jika Tak Mau Berhubungan Badan ilustrasi perkosaan

HARIANHALUAN.COM - Polisi di Karimun membekuk pria berinisial EM berusia 30 tahun, karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak tirinya sendiri. Parahnya, perilaku bejat tersebut sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Selama 6 tahun, EM sudah tak terhitung lagi menggauli anak tirinya yang putus sekolah hingga kelas 4 SD tersebut. 

Terbongkarnya kasus tersebut, ketika bibi korban mengetahui perbuatan pelaku terhadap keponakannya itu. Kapolres Karimun, AKBP M Adenan saat ekspose kasus tersebut, Kamis (9/7/2020) mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku, perbuatan terkutuk tersebut sering dilakukannya dalam ruangan tamu, ketika rumah dalam keadaan sepi.

“Kasus ini pertama kali diketahui bibi korban. Kemudian, dilaporkan kepada ibunya. Keduanya lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karimun,” ujar M Adenan.

Kata Kapolres, untuk menutupi perilaku bejatnya itu, pelaku selalu mengancam korban. Jika korban menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya, maka pelaku mengancam akan membunuh adik dan juga ibunya. Pelaku ini mengancam akan membunuh adik dan ibunya, jika korban berani menceritakan apa yang dilakukannya pada orang lain. 

"Dengan ancaman itu, korban jadi takut, apalagi dia ini kan masih tergolong anak-anak dan juga putus sekolah hingga kelas 4 SD,” terang Adenan.

Begitu menerima laporan dan ibu dan bibi korban, polisi kemudian menangkap pelaku yang saat itu tengah berada di bengkel di tempatnya bekerja. “Saat diinterogasi, pelaku hanya mengaku mencabuli anak tirinya itu sebanyak dua kali. Sementara, keterangan korban sudah sejak 2014 lalu. Kami juga sudah melakukan visum, hasilnya ditemukan luka robek di kemaluan korban,” tuturnya.

Kapolres menyebut, pelaku ini merupakan suami kedua dari ibu korban. Dari hasil pernikahan itu, mereka memiliki 4 orang anak. Sementara, dari hasil pernikahan sebelumnya, ibu korban juga sudah memiliki 3 orang anak termasuk korban sendiri. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 dan 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]