Revitalisasi Seribu Rumah Gadang Diminta Tuntas Sesuai Kontrak


Jumat, 10 Juli 2020 - 11:35:39 WIB
Revitalisasi Seribu Rumah Gadang Diminta Tuntas Sesuai Kontrak Reses Anggota DPRD Solsel di kawasan Saribu Rumah Gadang. (Jefli)

HARIANHALUAN.COM - DPRD Solok Selatan (Solsel) harapkan revitalisasi rumah gadang di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu selesai pengerjaannya sesuai kontrak kerja dan spesifikasi material. "Intinya, perlu dibangun komunikasi dua arah dengan stakeholder terkait," ujar Wakil Ketua DPRD Solsel, Armen Syahjohan, Kamis (9/7/2020).

Pihaknya, secara lembaga dan atas nama pimpinan DPRD Solsel mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi Kawasan SRG dan mendorong bisa selesai tepat waktu. Hal itu ia sampaikan usai melakukan kunjungan pelaksanaan revitalisasi rumah gadang di masa reses sidang ketiga yang dilakukan di setiap daerah pemilihan (Dapil). 

Untuk anggota DPRD dari Dapil III melakukan kunjungan salah satunya ke revitalisasi Kawasan SRG di Nagari Koto Baru. Anggota DPRD yang melakukan kunjungan, yakni Armen Syahjohan dari Gerindra, Yendri Susanto dari PAN, Edi Susanto dari Partai Berkarya, Albert Arifin dari Demokrat, Roni Ismaji dari Golkar, Mon Nofrizal dari PKS, Afrizal Datuk Rajo Jalil dari PPP, Zulfikar Erawandi dari NasDem, Wahyu Hidayat dari PBB.

Dia menambahkan, mengingat pelaksanaan revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang berada di Dapil III, maka anggota DPRD Solok Selatan yang berasal dari Dapil III merasa terpanggil untuk mengawasi dan mendorong agar proyek tersebut bisa berjalan dengan baik. "Salah satu adalah pengawasan sumber kayu yang digunakan, baru-baru ini terjadi banjir bandang luapan sungai Batang Bangko yang penyebabnya diduga karena adanya penebangan liar," ujarnya.

"Kunjungan ini juga untuk mencari jawaban atas pemberitaan dan kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa kayu yang digunakan tidak sesuai dengan kriteria," bebernya.

Sementara ketika ditanya asal kayu yang tidak semuanya dari Solsel namun didatangkan dari Sijunjung, ia tidak mempermasalahkan hal itu. "Tidak masalah kayu tersebut darimana, tapi kalau bisa diprioritas dari Solok Selatan tapi yang berizin," ujarnya.

"Tapi jika dipaksa kayu dari Solok Selatan, namun hampir tak ada penebangan yang berizin. Jangan-jangan rumah gadang jadi, hutan gundul. Justru hal lain yang datang (bencana alam)," ujarnya.

Senada, Anggota DPRD Solsel, Zulfikar Erwandi mengatakan bangunan Rumah Gadang harus sesuai konstruksi karena setiap sendi pembangunan dari Rumah Gadang ada makna dan filosofi. "Semoga saja berjalan sukses dan sesuai spesifikasi pekerjaan," jelasnya.

Sementara perwakilan dari PT Wisana Mitra Karya, Soni menyebutkan suplai kayu sejauh ini tidak terkendala. "Kayu itu masuk. Kita kumpulkan di satu tempat. Lalu disortir bersama-sama ninik mamak, KAN, wali nagari, pemilik rumah, konsultan, dan pihak balai," ujarnya.

Ia menyebutkan, selain dari Solok Selatan kayu juga didatangkan dari Sijunjung karena telah memiliki izin. Kayu-kayu yang digunakan jenis pauh-pauh, timbalun, dan meranti. Ia menambahkan, pihaknya optimistis pengerjaan revitalisasi 32 rumah gadang bisa selesai tepat waktu. "Waktu kita hingga Desember 2020, Insya Allah bisa selesai sesuai waktu," ujarnya.

Sementara perwakilan Balai Prasarana Permukiman, Syafrul menambahkan setelah dilakukan rapat koordinasi diputuskan untuk dilakukan pemeriksaan satu persatu. "Kayu yang masih muda tidak digunakan, yang rusak parak diganti, sementara kayu dengan retak rambut masih digunakan karena masih kokoh," tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Jefli Bridge /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]