Duh, Israel Disebut Lebih Berbahaya dari Virus Corona


Jumat, 10 Juli 2020 - 17:59:27 WIB
Duh, Israel Disebut Lebih Berbahaya dari Virus Corona Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun mengatakan Israel lebih berbahaya dibandingkan dengan pandemi virus corona (Covid-19) yang dihadapi dunia saat ini.

Menurut Zuhair penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina adalah masalah sesungguhnya. Ia berharap dunia menyadari ancaman yang sedang dihadapi Palestina.

Baca Juga : India yang Raja Produsen Vaksin Saja Krisis Vaksin, Kok Bisa?

"Israel lebih berbahaya dari corona yang dihadapi dunia saat ini," kata Zuhair saat dijumpai usai pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri RI dan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (10/7).

Diberitakan cnnindonesia.com, Zuhair berterima kasih kepada pemerintah dan parlemen Indonesia yang punya perhatian khusus tentang nasib Palestina. Dia berharap Palestina bisa menjalin kerja sama yang baik dengan Indonesia terkait penjajahan Israel.

Baca Juga : Nasib Donald Trump di Facebook Ditentukan Minggu Ini

Di kesempatan yang sama, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Achmad Rizal Purnama menegaskan komitmen Indonesia mendukung Palestina.

Dia mengatakan Pemerintah Indonesia telah mengirim surat ke 40 negara sahabat untuk menolak aneksasi Tepi Barat Palestina yang dilakukan Israel.

Baca Juga : Setelah Nikah 27 Tahun, Bill Gates Akhirnya Bercerai dengan Sang Istri

Rizal menyebut langkah itu juga disusul oleh DPR RI. Ia menyebut DPR telah mengajak parlemen negara-negara sahabat untuk menolak manuver Israel tersebut.

"Sudah 35 negara menyatakan dukungan inisiatif parlemen kita. Ini adalah upaya kita bersama menyuarakan kepada dunia bahwa rencana Israel menganeksasi Palestina tidak bisa dibenarkan hukum internasional," ujarnya.

Baca Juga : Gelombang Kedua Covid-19 Makin Mengkhawatirkan, Miliarder India Desak Lockdown

Sebelumnya, Israel berencana mencaplok Tepi Barat Palestina. Rencana bermula dari proposal perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam proposal itu, Yerusalem sepenuhnya akan menjadi wilayah Israel. Sementara Palestina akan ditempatkan di bagian kecil Tepi Barat dan termasuk Jalur Gaza.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : cnnindonesia.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]