Bukan Covid-19, Ini Hal yang Menyebabkan Angka Kematian Lebih Tinggi


Senin, 13 Juli 2020 - 06:35:05 WIB
Bukan Covid-19, Ini Hal yang Menyebabkan Angka Kematian Lebih Tinggi Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Lembaga nirlaba yang fokus menyoroti kemiskinan dunia, Oxfam memperingatkan potensi kematian akibat  kelaparan saat pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 12 ribu per hari di akhir 2020. Dalam laporan yang dirilisnya, Oxfam menyebut potensi kematian akibat kelaparan bisa merenggut lebih banyak nyawa dari infeksi virus corona sendiri.

Untuk perbandingan, Johns Hopkins University mencatat angka kematian tertinggi akibat Covid-19 harian tertinggi pada 17 April lalu sebanyak 8.890 orang.

"Pandemi ini adalah tantangan terakhir bagi jutaan orang yang telah berjuang atas dampak konflik, perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan sistem pangan yang rusak yang telah memiskinkan jutaan produsen dan pekerja pangan," kata Direktur Eksekutif Sementara Oxfam Chema Vera seperti dikutip dari CNNindonesia.com, Minggu (12/7).

Lebih lanjut, data program pangan dunia yang dikutip oleh Oxfam memperkirakan pada 2019 sekitar 821 juta orang tak memiliki cadangan pangan memadai dan 149 juta di antaranya mengalami "kelaparan tingkat krisis atau lebih buruk".

Proyeksi saat ini menyebut jumlah yang mengalami kelaparan tingkat krisis mencapai 270 juta pada 2020 sebagai akibat dari pandemi virus corona, melejit lebih dari 80 persen dari tahun sebelumnya.

Oxfam menyebut ada 10 titik kelaparan terparah di dunia yaitu Yaman, Kongo, Afghanistan, Venezuela, Afrika Barat, Ethiopia, Sudan, Sudan Selatan, Suriah, dan Haiti.

Selain itu, efek negatif pandemi juga dirasakan di beberapa negara berpenghasilan menengah seperti Brasil, India, dan Afrika Selatan.

Diketahui, Brazil dan India adalah negara yang mengalami infeksi wabah virus corona terbesar kedua dan ketiga di dunia, di bawah Amerika Serikat. Kasus di Brasil telah melampaui 1,7 juta, dan India memiliki lebih dari 767 ribu kasus. 

Tingkat kelaparan meningkat secara global, tak terkecuali Amerika Serikat. Sepanjang pekan lalu, sebanyak 1,3 juta orang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran. Menurut Feeding America, tambahan 17 juta orang di AS kemungkinan rawan pangan tahun ini sebagai akibat dari pandemi.

Oxfam menyebut jika ditotal, ada 54 juta orang Amerika yang berjuang untuk meletakkan makanan di atas meja atau satu dari enam orang.

Di antara banyaknya masalah yang membuat orang tidak mampu membeli makanan karena hilangnya pendapatan yang disebabkan oleh pengangguran atau berkurangnya pembayaran remitansi.

Selain itu, dukungan sosial bagi mereka yang bekerja di sektor informal, dan gangguan pada rantai pasokan dan rintangan yang dihadapi oleh produsen juga menjadi penyebabnya.

Pembatasan perjalanan karena pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) juga disebut berdampak bukan hanya pada pekerja dan petani, tetapi juga pada pengiriman bantuan kemanusiaan.

Serangkaian masalah ini memperburuk kelaparan global, termasuk konflik di sejumlah negara, perubahan iklim, dan meningkatnya ketidaksetaraan.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 02 Agustus 2020 - 12:50:18 WIB

    Bukan Gegara Corona, 86 Orang di India Tewas karena Konsumsi Miras Beracun

    Bukan Gegara Corona, 86 Orang di India Tewas karena Konsumsi Miras Beracun HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 86 orang tewas setelah mengonsumsi minuman keras (miras) beracun di negara bagian Punjab utara, India, Sabtu (2/8). Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah Punjab, setelah traged.
  • Ahad, 12 Juli 2020 - 13:55:03 WIB

    Bukan Cuma Resesi Ekonomi, Resesi Seks Hantui Bumi (AS)

    Bukan Cuma Resesi Ekonomi, Resesi Seks Hantui Bumi (AS) HARIANHALUAN.COM - Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa jumlah orang yang melakukan aktivitas seksual di Amerika Serikat (AS) telah menurun cukup tajam dalam 18 tahun terakhir. Terutama di kalangan laki-laki heteroseksua.
  • Rabu, 17 Juni 2020 - 19:12:28 WIB

    Salmon Norwegia Bukan Sumber Virus Penyebab Munculnya Kasus Corona di Beijing

    Salmon Norwegia Bukan Sumber Virus Penyebab Munculnya Kasus Corona di Beijing HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Norwegia menepis dugaan bahwa ikan salmon asal negaranya menjadi penyebab munculnya klaster baru penyebaran virus Corona di Beijing, setelah sejumlah restoran dan peritel di China menyetop penjua.
  • Selasa, 09 Juni 2020 - 10:41:26 WIB

    WHO: Pandemi Covid-19 Memburuk, Bukan Saatnya Bersantai

    WHO: Pandemi Covid-19 Memburuk, Bukan Saatnya Bersantai HARIANHALUAN.COM - Lebih dari tujuh juta kasus positif virus corona telah terkonfirmasi dan 404.000 orang meninggal dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai. Namun, meski terdapat kemajuan dalam memerangi virus tersebut di Eropa,.
  • Ahad, 07 Juni 2020 - 10:25:30 WIB

    Bukan Jual Diri, Pekerja Seks Bertahan Hidup dengan Cara Ini

    Bukan Jual Diri, Pekerja Seks Bertahan Hidup dengan Cara Ini HARIANHALUAN.COM - Para pekerja seks komersial di Peru saling bahu-membahu membuat dapur umum dari bantuan bahan makanan yang mereka terima. Dapur umum itu membuat makanan yang akan dikonsumsi oleh diri dan anak mereka karena.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]