Negara-negara yang Sukses dan Gagal Pangkas Angka Nol di Mata Uang


Senin, 13 Juli 2020 - 07:00:57 WIB
Negara-negara yang Sukses dan Gagal Pangkas Angka Nol di Mata Uang Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Wacana pengurangan angka nol di rupiah atau redenominasi kembali bergulir. Penyederhanaan angka Rp 1.000 menjadi Rp 1 ini tercantum dalam RUU Redenominasi yang masuk dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024.

Kebijakan redenominasi sendiri bukanlah hal baru, beberapa negara telah melakukannya. Ada yang sukses, ada juga yang gagal dan kmudian memberi dampak ekonomi pada negara tersebut.

Dalam catatan detikcom seperti ditulis Minggu (12/7/2020), beberapa negara yang sukses melakukan redenominasi yaitu Turki, Rumania, Polandia, dan Ukraina.

Turki mulai menerapkan redenominasi pada tahun 2005. Mata uang Lira (TL) dikonversi menjadi Lira baru dengan kode YTL. Kala itu, konversi mata uang lama ke baru dilakukan dengan menghilangkan 6 angka nol. Kurs konversi adalah 1 YTL untuk 1.000.000 TL.

Penerapan redemoninasi di Turki dilakukan dengan sangat hati-hati. Prosesnya pun berlangsung selama 7 tahun. Dalam prosesnya, pemerintah Turki sangat memperhatikan stabilitas perekonomian dalam negeri.

Pada tahap awal, mata uang TL dan YTL beredar secara simultan selama setahun. Kemudian mata uang lama ditarik secara bertahap digantikan dengan YTL. Pada tahap selanjutnya, sebutan 'Yeni' pada uang baru dihilangkan sehingga mata uang YTL kembali menjadi TL dengan nilai redenominasi. Selama tahap redenominasi, keadaan perekonomian tetap terjaga. Inflasi Turki pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 juga tetap stabil di kisaran 8-9%.

Namun, tak semua negara yang melakukan redenominasi berujung pada keberhasilan seperti Turki.

Sebut saja Rusia, Argentina, Zimbabwe, dan Korea Utara yang tercatat gagal melakukan redenominasi. Brasil pun pernah gagal melakukan redenominasi, namun akhirnya berhasil pada tahun 1994.

Kegagalan negara-negara tersebut diakibatkan oleh waktu yang tidak tepat. Redenominasi yang seharusnya dilakukan dalam kondisi perekonomian yang stabil, justru diterapkan negara-negara tersebut pada saat kondisi perekonomian tidak stabil dan memiliki tingkat inflasi yang tinggi.

Korea Utara memenggal angka nol di mata uang won, dari 100 won menjadi 1 won pada tahun 2009. Kegagalannya ialah stok mata uang baru yang terbatas. Pasalnya, ketika warga hendak menggantikan uang lama won ke uang baru, stok uang baru tidak tersedia.

Keberhasilan Brasil melakukan redenominasi pada tahun 1994 diraihnya dengan mengarungi proses yang cukup lama dan juga kegagalan yang pernah menghampiri. Pada tahun 1986-1989, negara tersebut pernah gagal melakukan redenominasi.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 26 Juli 2020 - 22:53:44 WIB

    Jika Negara-negara Ini Resesi, Dampaknya akan Besar ke Indonesia

    Jika Negara-negara Ini Resesi, Dampaknya akan Besar ke Indonesia HARIANHALUAN.COM - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad mengatakan negara yang jika resesi akan berdampak ke Indonesia adalah negara yang bermitra dagang langsung seperti.
  • Jumat, 17 Juli 2020 - 21:29:37 WIB

    RI Memang Lagi Susah, Tapi Negara-Negara Lain Lebih Susah!

    RI Memang Lagi Susah, Tapi Negara-Negara Lain Lebih Susah! HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kinerja perekonomian Indonesia di tengah pandemi saat ini, lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain yang menerapkan pembatasan wi.
  • Kamis, 05 Maret 2020 - 18:04:20 WIB

    Negara-negara yang Masyarakatnya 'Panic Buying' Gegara Covid-19

    Negara-negara yang Masyarakatnya 'Panic Buying' Gegara Covid-19 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Penyebaran COVID-19 mengalami peningkatan tajam dari hari ke hari. Diketahui, penyebaran virus corona hingga Kamis (5/3/2020) pagi telah dikonfirmasi positif di 85 negara..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]