Selama Ikuti Prosedur, BPJS Kesehatan akan Jamin Biaya Berobat Peserta JKN-KIS


Rabu, 24 Juni 2020 - 16:34:43 WIB
Selama Ikuti Prosedur, BPJS Kesehatan akan Jamin Biaya Berobat Peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan

HARIANHALUAN.COM - Menanggapi berita dengan judul “Ayo Berdonasi, Bantu Keinarra Sembuh dari Myasthenia Gravis” yang terbit di portal berita harianhaluan.com pada 24 Juni 2020. Bersama ini disampaikan klarifikasi tentang pemberian injeksi Intravenous Immunoglobulin (IVIg) bagi Keinarra Putri Diandra yang dalam berita tersebut ditulis tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Ini yang harus kami klarifikasi, karena hal tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan regulasi Program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat) yang dikelola BPJS Kesehatan. Injeksi IVIg secara regulasi masuk ke dalam formularium Nasional yang artinya bisa ditanggung BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan tersier tingkat 3 kelas A,” kata Rizka Adhiati, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang

Di Sumatra Barat, satu-satunya rumah sakit tingkat 3 kelas A adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. M. Djamil Padang. Obat yang cara pemakaiannya dilakukan dengan cara injeksi ini bisa diberikan kepada pasien JKN-KIS yang didiagnosis Guillain-Barré syndrome dan Krisis Miastenia Gravis selama sesuai prosedur. 

IVIg akan diberikan khusus bila plasmafaresis tidak memberikan respon pada terapi. “Sebelumnya ibu pasien mendapatkan informasi dari beberapa sumber bahwa obat tersebut tidak bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan, padahal secara regulasi obat tersebut menjadi jaminan Program JKN-KIS. IVIg ini akan diberikan kepada pasien apabila diagnosis sakitnya sudah tegak,” ujar Rizka.

Kronologisnya, Mei lalu pasien sempat akan diberikan terapi IVIg pada saat konsul ke spesialis anak di Rumah Sakit Hermina. Obat tersebut sesuai formularium Nasional merupakan obat yang tersedia dan hanya bisa diberikan di rumah sakit kelas A, sehingga jika ingin pemberian IVIg ditanggung Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, pasien harus melalui prosedur yang sudah diatur regulasi JKN.

Apabila dari awal berobat tidak terdaftar sebagai pasien tanggungan Program JKN-KIS, tentunya tidak bisa dirujuk dan tidak bisa dijamin Program JKN-KIS. Jika kontrolnya ke (RS) Hermina saat itu sudah melalui mekanisme rujukan Program JKN-KIS, (RS) Hermina wajib merujuk pasien ke RSUP M. Djamil Padang untuk ditegakkan diagnosisnya di M. Djamil. 

"Jika hasil pemeriksaan terdiagnosis Krisis Miastenia Gravis dan membutuhkan IVIg secara indikasi medis, pasti dokter di M. Djamil akan memberikannya,” ujar Rizka.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP M. Djamil Padang, Rose Dinda Martini menuturkan bahwa dibutuhkan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk menegakkan penyakit Keinarra. Tentu dengan dokter yang kompeten untuk mencari diagnostik bagi Kienarra, dalam hal ini dokter Neurologi Anak.

"Secara medis IVIg yang dibutuhkan untuk pasien Krisis Miastenia Gravis hanya 30 gram atau 7 ampul per hari, bukan 30 ampul per hari," katanya. (*)

loading...
Reporter : Merinda Faradianti /  Sumber : rel /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]