Pengusaha: Singapura Resesi maka Indonesia Bakal Dapatkan Untung Sekaligus Buntung


Selasa, 14 Juli 2020 - 18:57:06 WIB
Pengusaha: Singapura Resesi maka Indonesia Bakal Dapatkan Untung Sekaligus Buntung Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kondisi Singapura yang saat ini jatuh ke dalam jurang resesi tentu berimbas pada ekonomi kawasan. Indonesia diperkirakan bakal terkena dampak negatif menurunnya angka penanaman investasi. Namun, ternyata ada peluang yang bisa diambil oleh Indonesia dari situasi ini, antara lain dari ekspor.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Perdagangan Benny Soetrisno menyebut produk dalam negeri Indonesia bisa lebih banyak berperan. dalam hal ekspor barang.

"Kalau jual satu barang, tadinya jual ke Singapura, lalu (dijual lagi) ke Jerman, kita harus tahu Jerman siapa. Kita jual aja langsung ke Jerman. Jadi opportunity gantikan Singapura dari dalam negeri," sebut Benny kepada CNBC Indonesia, Selasa (14/7).

Dengan demikian, pelaku usaha Indonesia bisa mendapat margin lebih besar. Ia menilai produk Indonesia lebih sering tiba lebih dulu di Singapura sebelum dikirim kembali kepada negara tujuan.

Selain menambah margin keuntungan, perputaran uang di Indonesia juga bisa lebih besar. Di sisi lain, itu bisa berdampak besar terhadap makin jatuhnya resesi Singapura karena angka transaksi yang melewati negara singa tersebut berkurang.

"Makin panjang, karena Singapura ekonomi tergantung ekspor dan impor. Kalau impor kecil karena jumlah dikit. Makanya ekspor mereka 2x PDB (Produk Domestik Bruto). Kalau Indonesia domestiknya besar, ekspornya 23% dari PDB. Jadi kalau ga usah ekspor aja, kita bisa gerakkan ekonomi karena ekonomi kita besar," jelas Benny.

"Ketergantungan ekspor dia besar. Sementara negara-negara pengimpor dari Singapura lagi kurangi importasi baik aktivitas dikurangi karena Covid-19 atau keterbatasan finansial," lanjutnya.

Investasi ke RI akan Kena

Benny Soetrisno menyebut ada sejumlah sektor yang bakal terpukul, khususnya investasi. Selama ini Singapura merupakan investor utama di Indonesia.

"Pengertian saya resesi itu yang akan terpukul pertama sektor riil. Mobilitas orang kan dibatasi," katanya.

Selain itu, sektor investasi yang masuk ke Indonesia juga bakal terpukul keras. Investor bakal lebih konservatif dalam menyimpan asetnya. Pada kuartal I-2020, Singapura adalah investor terbesar Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment/FDI).

Ketika Singapura resesi, sangat sulit berharap ada arus modal yang mengalir dari negara tersebut. Akibatnya, investasi sebagai salah satu motor utama pendorong pertumbuhan ekonomi jadi sulit diandalkan.

"Kalau terpukul lembaga keuangannya berarti investasi keluar dia akan berkurang," papar Benny.

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]