China akan Lindungi Perusahaan Mereka dari Sanksi AS Terkait Isu Xinjiang


Rabu, 15 Juli 2020 - 12:39:44 WIB
China akan Lindungi Perusahaan Mereka dari Sanksi AS Terkait Isu Xinjiang Ilustrasi

BEIJING, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah China mengatakan akan melindungi perusahaan-perusahaan di negaranya yang terancam sanksi Amerika Serikat (AS) terkait isu Xinjiang. Beijing menganggap Washington telah melakukan intervensi.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) China mengungkapkan, AS telah menyalahgunakan keluhan tentang hak asasi manusia (HAM) untuk menekan perusahaan-perusahaan negaranya. "Ini buruk bagi China, buruk bagi AS, dan buruk bagi seluruh dunia," kata Kemendag Cina dalam sebuah pernyataan, Rabu (15/7).

China mendesak AS menghentikan tindakan buruknya. China, tegas Kemendag,  akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak serta kepentingan sah perusahaan mereka.

Pada 1 Juli lalu, AS mengatakan perusahaan-perusahaan yang melakukan proses produksi dengan kerja paksa atau teknologi pasokan di kamp-kamp di Xinjiang dapat menghadapi risiko reputasi dan hukum. Washington telah menjatuhkan sanksi pada empat pejabat China yang dianggap terlibat dalam pelanggaran HAM di Xinjiang.

Pemerintah China telah dituding membangun kamp-kamp interniran dan menahan lebih dari 1 juta Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang. Beijing secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

China mengatakan bahwa Xinjiang berada di bawah ancaman milisi dan separatis. Ia membantah adanya penganiyaan atau kamp interniran di sana. Beijing mengklaim kamp-kamp di wilayah tersebut merupakan pusat pendidikan vokasi.

Namun para veteran dari kamp-kamp tersebut memberikan informasi yang berseberangan dengan Pemerintah Cina. Mereka menyebut, selama berada di kamp, budaya, bahasa, dan kepercayaan Uighur dicela. Mereka pun dipaksa bersumpah setia pada Partai Komunis China dan Presiden Xi Jinping. (*)

loading...
 Sumber : Republika /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 09 Agustus 2020 - 12:18:53 WIB

    Benarkah Penyakit Gegara Virus Tick-Borne China Mirip Covid-19?

    Benarkah Penyakit Gegara Virus Tick-Borne China Mirip Covid-19? HARIANHALUAN.COM - Penyakit menular baru yang juga berasal dari binatang, mirip Covid-19, kembali ditemukan di China. Kali ini, sumber penyakit yang diberi nama SFTS (Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome) itu adalah ku.
  • Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:51:13 WIB

    RI Peringatkan AS soal Ketegangan di Laut China Selatan

    RI Peringatkan AS soal Ketegangan di Laut China Selatan HARIANHALUAN.COM - Indonesia memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap konflik terbuka yang terjadi di Laut China Selatan tidak akan menguntungkan pihak mana pun..
  • Jumat, 07 Agustus 2020 - 12:14:46 WIB

    Ada Virus Baru di China, 'Tick-Borne' Sudah Menyerang 67 Orang

    Ada Virus Baru di China, 'Tick-Borne' Sudah Menyerang 67 Orang HARIANHALUAN.COM - Virus Corona COVID-19 masih mewabah di seluruh dunia. Namun, China baru-baru ini melaporkan adanya penyakit menular yang disebabkan oleh virus melalui gigitan kutu atau dikenal dengan 'tick-borne'..
  • Selasa, 04 Agustus 2020 - 20:45:52 WIB

    Astaga, China Kirim Tawon Pembunuh ke Amerika Serikat?

    Astaga, China Kirim Tawon Pembunuh ke Amerika Serikat? HARIANHALUAN.COM - Tawon raksasa Asia yang kadang dijuluki tawon pembunuh karena keganasannya untuk pertama kalinya sampai di Amerika Serikat. Tawon ini asalnya dari Jepang dan China. Akibatnya, sebagian orang menuding ada pe.
  • Ahad, 02 Agustus 2020 - 11:05:38 WIB

    Mengulas Kisah China & Vietnam yang Kembali Terinfeksi Corona

    Mengulas Kisah China & Vietnam yang Kembali Terinfeksi Corona HARIANHALUAN.COM - Vietnam dan China sempat menyatakan menang lawan virus corona. Namun kini kedua negara harus berusan dengan Covid-19 karena ditemukan kembali virus ini pada warganya..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]