Terlibat Kasus Buronan Djoko Tjandra, Ini Sosok Brigjen Prasetyo Utomo


Kamis, 16 Juli 2020 - 07:42:41 WIB
Terlibat Kasus Buronan Djoko Tjandra, Ini Sosok Brigjen Prasetyo Utomo Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang diduga membuat surat jalan untuk Djoko Tjandra.

HARIANHALUAN.COM - Nama Brigadir Jenderal (Pol) Prasetyo Utomo tiba-tiba menyeruak dalam pusaran kasus Djoko Tjandra, buronan kasus hak tagih atau cessie Bank Bali yang merugikan negara hingga Rp940 miliar. Pasalnya, Djoko Tjandra yang pernah ditetapkan jadi buron sejak 2009 bisa mendapat surat jalan untuk mengunjungi kampung halamannya di Pontianak, Kalimantan Barat.

Dia juga bisa melenggang santai masuk ke Indonesia, mendatangi rumahnya di Jakarta, lalu mengurus KTP elektronik di Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Mengagetkan karena surat jalan untuk Djoko Tjandra diberikan oleh Brigjen (Pol) Prasetyo Utomo, Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

Brigjen (Pol) Prasetyo Utomo diketahui meneken surat jalan tertanggal 18 Juni 2020. Dalam surat itu, Djoko Tjandra menyandang nama Joko Soegiarto Tjandra dengan jabatan sebagai konsultan. Informasi tentang keberadaan Djoko Tjandra pun lantas diketahui publik usai adanya postingan di media sosial terkait KTP elektronik atas namanya.

Sementara itu, Brigjen Prasetyo Utomo merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Pria yang lahir di Jakarta pada 16 Januari 1970 ini mengawali karier dengan berdinas sebagai reserse. Dia pernah menjabat sebagai Kapolres Mojokerto, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, kemudian dimutasi sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

Setelah itu, Prasetyo Utomo pindah ke Mabes Polri sebagai Kabagkominter Set NCB Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional Polri. Pertengahan tahun 2019 lalu, dia mendapat promosi sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Pangkatnya juga naik satu tingkat menjadi jenderal bintang satu.

Belum satu tahun berada di posisi itu, Brigjen (Pol) Prasetyo Utomo tersandung atas surat jalan yang diberikannya pada buronan Djoko Tjandra. Kapolri Jenderal Idham Azis mencopotnya dari jabatan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri. Keputusan pencopotan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 dan diteken As SDM Kapolri, Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.

Dia kemudian di-nonjob-kan di Pelayanan Markas (Yanma) Polri. Dalam surat telegram, tertulis mutasi Prasetyo Utomo dalam rangka pemeriksaan internal. Polri menyebut Brigjen Prasetyo Utomo telah bertindak melampaui kewenangannya dan melanggar kode etik. Dia pun ditahan di tempat khusus di Propam Mabes Polri. (*)

loading...
 Sumber : Detik.com /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]