Belajar Tatap Muka, Kemenag Apresiasi Thawalib Padang Panjang


Kamis, 16 Juli 2020 - 18:23:18 WIB
Belajar Tatap Muka, Kemenag Apresiasi Thawalib Padang Panjang Kasi Ponpes Kemenag Padang Panjang Editiawarman di Thawalib Putri

HARIANHALUAN.COM - Kementerian Agama Kota Padang Panjang memberikan apresiasi terhadap kesiapam Perguruan Thawalib  dalam menerapkan protokol kesehatan dalam masa Covid 19 untuk proses belajar mengajar secara tatap muka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Padang Panjang Editiawarman usai menyaksikan langsung kedatangan santri Thawalib Putri, Kamis 16 Juli 2020 di kampus Thawalib Putri Jalan H. Agus Salim, Kelurahan Guguk Melintang, Padang Panjang.

Editiawarman mewakili Kepala Kemenag Gusman Piliang, datang  langsung ke Thawalib Putri untuk melihat bagaimana proses kedatangan santri yang mulai berlangsung Kamis pagi.

Menurut dia setelah melihat bagaimana proses kedatangan santri serta penerapan protokol kesehatan di Thawalib Putri, ia memberikan apresiasi. "Kami memberikan apresiasi tentang kesiapan Thawalib untuk proses belajar mengajar pada masa Covid 19 dengan menjalankan protokol kesehatan," kata Editiawarman.

Diakuinya, dari apa yang dipersiapkan Thawalib menyambut kedatangan santri masuk asrama, merupakan langkah yang patut diapresiasi. Apalagi tampak terlihat sekali bagaimana kesediaan santri dan pihak Perguruan Thawalib untuk pelaksanaan program Pemda Padang Panjang. 

"Kami melihat langsung bagaimana kesediaan santri dan Thawalib melaksanakan program Pak Walikota untuk dilakukan pemeriksaan  kesehatan secara swab," ujar Editiawarman.

Kamis pagi adalah jadwal pertama kedatangan santri Thawalib Putri masuk asrama. Kedatangan dilakukan secara bergilir dengan rentang waktu dua hari. Hal ini sengaja dibuat, agar penerapan protokol kesehatan terhadap santri yang datang dapat dilakukan secara baik.

Para santri yang datang masuk ke asrama dengan diantar oleh wali santri dari berbagai daerah, tidak diperkenankan membawa kendaraan ke dalam kampus Thawalib Putri. Wali santri dan santri masuk melalui pintu utama yang telah disiapkan dengan dilakukan pemeriksaan suhu badan oleh petugas keamanan.

Usai dilakukan pemeriksaan suhu badan dengan ambang batas maksimal 37,5, maka santri dan orang tuanya diperkenankan masuk lingkungan asrama dengan terlebih dulu mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

Orang Tua Berpikir Positif

Usai mencuci tangan, maka dilanjutkan proses penerimaan santri di dalam tenda yang telah disiapkan oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 Thawalib Putri. Para wali santri diminta menanda-tangani berbagai surat kesediaan yang telah disiapkan pihak pengelola Thawalib.

Usai proses administrasi, maka santri diantar oleh guru asrama untuk masuk ke kamar yang telah disiapkan. Sementara wali santri diminta untuk kembali ke tempat asal dan tidak diperkenankan masuk ke dalam asrama dan kamar santri.

Menurut Editiawarman dengan proses yang diterapkan di Thawalib adalah suatu langkah profesional dalam menerapkan protokol kesehatan bagi santri dan orang tuanya. Untuk itu, ia meminta para wali santri Perguruan Thawalib untuk menghilangkan keraguan dalam proses belajar mengaar pada masa Covid 19 ini. "Kami meminta para wali santri Perguruan Thawalib agar  berpikiran positif kepada Perguruan Thawalib untuk mewujudkan santri yang profesional dalam penguasaan ilmunya," kata Editiawarman.

Pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan para santri yang telah masuk asrama yakni pemeriksaan kesehatan dengan swab. Tim medis Pemda Padang Panjang telah membuat jadwal pemeriksaan tersebut.

Menurut Sekretaris Umum Yayasan Thawalib Padang Panjang Irwan Natsir, hasil koordinasi dengan Pemda Padang Panjang serta arahan dari Walikota Fadly Amran, setiap santri yang masuk asrama dan belajar tatap muka dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan swab. "Alhamdulillah Pak Walikota telah menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara swab dan tenaga medisnya. Hal ini murni bantuan dari pemda dan pihak Thawalib maupun santri tidak dibebankan biaya apapun," ujar Irwan Natsir.

Adanya pemeriksaan kesehatan tersebut adalah bagian dari menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, sehingga nantinya proses belajar mengajar secara tatap muka bisa berjalan dengan baik.

Kata Irwan Natsir, Perguruan Thawalib memutuskan mengikuti panduan yang dikeluarkan Kementerian Agama RI bahwa pesantren boleh belajar tatap muka dengan memenuhi syarat protokol kesehatan dan mendapatkan ijin dari pemda setempat. "Alhamdulillah persyaratan tersebut dilaksanakan dan dipenuhi, selain mengajukan ijin kepada walikota juga menyediakan sarana kesehatan seperti tempat cuci tangan, masker, alat suhu badan, membentuk Tim Gugus Tugas Covid 19 dan aturan protokol kesehatan dalam belajar tatap muka dan di asrama," ujar Irwan Natsir.

Selain santri Thawalib Putri, rencana kedatangan santri Thawalib Putra yang lokasi kampusnya di jalan Abd Hamid Hakim, Kel Pasar Usang, Padang Panjang juga tengah dipersiapkan. (*)

loading...
 Sumber : rilis /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]