Sejumlah Pihak Saling Bantah, Kasus Hilangnya Thermogun di Pasbar Masih Tanda Tanya


Kamis, 16 Juli 2020 - 18:35:22 WIB
Sejumlah Pihak Saling Bantah, Kasus Hilangnya Thermogun di Pasbar Masih Tanda Tanya Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Parizal Hafni

HARIANHALUAN.COM - Polemik hilangnya thermogun (alat pengukur suhu tubuh) di BPBD Pasaman Barat (Pasbar) masih menimbulkan tanda tanya. Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni membantah, ia bersama dua orang stafnya melakukan pencurian. Sebab, sebelum membawa alat tersebut, ia sudah meminta izin ke Kalaksa BPBD untuk meminjam alat tersebut. Sementara itu, Kalaksa BPBD Pasbar juga membantah bahwa dirinya memberikan izin untuk membawa alat tersebut.

Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni kepada haluan.com di Padang Tujuh, (15/7) menceritakan, bahwa ia bersama dua orang stafnya tidak pernah melakukan pencurian terhadap thermogun BPBD Pasbar. karena sebelum alat tersebut dibawa, ia telah menghubungi Kalaksa BPBD terlebih dahulu melalui hendphon selulernya untuk meminjam alat tersebut.  

"Saya sudah menghubungi Kalaksa BPBD sebelum membawa thermogun itu. Kegunaannya pun jelas untuk mengukur suhu tubuh masyarakat yang saat itu sangat membutuhkan bukan digunakan untuk pribadi,"Ucapnya.

Dijelaskan, kronologis kejadian tersebut berawal pada April 2020 lalu. Dimana pada saat itu masyarakat sangat diresahkan dengan wabah covid 19. Saking resahnya masyarakat dalam menghadapi situasi puncaknya covid 19 saat itu, ia didatangi beberapa kali oleh perwakilan dari masyarakat Padang Lawas, Kecamatan Luhak Nan Duo untuk dilakukan penyemprotan masal di areal pemukiman masyarakat setempat.

Untuk menindak lanjuti keluhan masyarakat yang telah berulang kali menemuinya itu, serta melihat kondisi tingginya keresahan masyarakat terhadap wabah covid 19 saat itu, maka ia menghubungi Kalaksa BPBD selaku koordinator Gugus tugas penanganan percepatan covid 19 pada Kamis, (9/7) satu hari sebelum kejadian, untuk meminta cairan disinfektan untuk disemprotkan di areal pemukiman masyarakat Padang Lawas tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasbar, Edi Busti saat dikonfirmasi haluan.com Rabu (15/7) malam melalui hendphon sellulernya mengatakan, ia membantah bahwa Parizal Hafni telah menghubunginya untuk meminjam thermogun tersebut. Namun, ia membenarkan bahwa sehari sebelum kejadian, ia dihubungi Parizal Hafni untuk meminta cairan disinfektan untuk disemprotkan di daerah Padang Lawas.

"Tidak benar saya di telpon untuk meminjam thermogun tersebut. Saya ditelpon hanya untuk meminta cairan disinfektan, jadi kalau dikatakan sudah dipinjam kepada saya, itu bohong," ujarnya.

Ditempat terpisah, kepala bagian humas Polres Pasbar, AKP Defrizal saat dikonfirmasi oleh wartawan Rabu (15/7) membenarkan bahwa, terkait hilangnya thermogun BPBD pada Sabtu, (11/4) lalu, pihak BPBD sudah membuat laporan pengaduan ke Polres Pasbar dan saat ini masih dalam penyelidikan petugas.

"Pihak pelapor sudah memberikan keterangan dan bukti rekaman video CCTV kejadian, saat ini masih dalam tahap penyelidikan," ujarnya. (*)

loading...
Reporter : Fadli /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]