Duel Maut, Penjaga Konter Handphone di Pekanbaru Tewas dengan Pisau Tertancap di Leher


Sabtu, 18 Juli 2020 - 10:27:29 WIB
Duel Maut, Penjaga Konter Handphone di Pekanbaru Tewas dengan Pisau Tertancap di Leher ilustrasi meninggal

HARIANHALUAN.COM - Seorang pria II (19) meregang nyawa usai sebilah pisau mendarat di lehernya. Dia bertarung dengan tersangka MG alias Acil (17) di lapangan bola Jalan Inpres, Bukit Raya pada Rabu (15/7/2020) lalu. Jenazah II dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tampan, Jalan Uka, Kecamatan Tampan usai dipulangkan dari RS Bhayangkara guna autopsi.

Kapolsek Bukit Raya Kompol Bainar mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. "Korban terlibat perkelahian dengan pelaku karena menolong temannya. Pacar teman korban diganggu oleh pelaku. Jadi, korban ikut membantu," kata Bainar, Kamis (16/7/2020) lalu.

Malam itu, mereka sempat berjanji di lokasi itu untuk berduel. Pelaku datang bersama lima rekannya, sementara korban datang dengan dua temannya. Tersangka dan lima teman lainnya sudah menanti di lokasi kejadian. Saat itu, korban yang berbonceng tiga dengan temannya menggunakan sepeda motor menuju lokasi. 

Tidak jauh dari lokasi, salah seorang teman korban, Jeri meminta untuk berhenti sebentar untuk buang air besar di sebuah Masjid. Sampai di lokasi, korban yang hanya datang berdua temannya sudah bersiap untuk duel dengan tersangka. Korban lebih dulu berduel dengan tersangka. 
Dalam perkelahian itu, ternyata tersangka membawa pisau lipat dan langsung menikam leher korban.

"Korban sudah tumbang, baru teman yang buang air tadi datang. Mereka langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Awal Bros Panam," ujar Bainar.

Selang empat jam kemudian, tersangka berhasil diamankan saat hendak melarikan diri. Dia ditangkap di Jalan Tuanku Tambusai. "Dia diamankan, Kamis (16/7/2020) sekitar pukul 03.00 dini hari. Dia sudah di Polsek," pungkasnya.

Sementara itu, Ade (36), sepupu dari korban menyebut kalau korban dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB.  "Jam sebelas tadi jenazah baru datang. Sekarang lagi dimakamkan," ujarnya saat ditemui di rumah duka Jalan  Buluh Cina, Garuda Sakti, Kecamatan Tampan, pada Kamis (16/7/2020).

Ade menyebut, pada tubuh korban terdapat luka lebam pada wajahnya. "Tulang dadanya patah, mungkin kenak pijak. Kakinya juga luka. Orang ini udah janjian kayaknya untuk kelahi," papar Ade.

Korban, sebut Ade, merupakan salah satu tulang punggung keluarga. Korban kerap membantu secara finansial keluarganya. Korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Korban yang baru menamatkan sekolah menengah atas (SMA) pada tahun lalu, saat ini bekerja sebagai penjaga konter handphone. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]