Yayasan Thawalib Silaturahmi dengan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag


Sabtu, 18 Juli 2020 - 18:50:02 WIB
Yayasan Thawalib Silaturahmi dengan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI Imam Safe'i bersama Yayasan Thawalib.

HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Imam Safe'i mengatakan, telah disediakan bantuan bagi 21.173 pondok pesantren seluruh Indonesia terkait dengan penangganan covid 19. Langkah tersebut sebagai upaya pemerintah dalam memberikan bantuan pondok pesantren di saat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Imam Safe'i ketika bersilaturahmi dengan Yayasan Thawalib Padang Panjang, Sabtu (18/7/2020) di Bogor, Jawa Barat.
Silaturrahmi yang dihadiri Sekretaris Umum Yayasan Thawalib Irwan Natsir, alumni Thawalib Edi Fahmi Idrus, Desmadi Saharudin, Budi Johan dan simpatisan Thawalib Hendra Syukri.

Dalam pertemuan tersebut, Imam Safe'i menjelaskan bahwa sudah disediakan alokasi anggaran untuk pondok pesantren seluruh Indonesia sebagai dampak dari Covid 19.

"Alhamdulillah sudah disediakan anggaran bantuan untuk 21.173 pesantren," kata Imam.

Alokasi bantuan untuk pondok pesantren tersebut dibuat dengan beberapa klafisikasi sesuai dengan jumlah santri. Ada pesantren yang akan menerima bantuan Rp50 juta, Rp40 juta sampai Rp25 juta.

"Besaran bantuan yang akan diberikan pesantren sesuai dengan jumlah santri," jelas Imam Safe'i.

Terkait dengan dampak Covid-19 pemerintah telah menyetujui dan menyediakan alokasi anggaran sekitar Rp2,6 triliun yang akan diterima oleh pondok pesantren sebagai bantuan operasional.

Selain pondok pesantren, bantuan tersebut juga akan diberikan kepada 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliah (MDT), dan 112.008 Lembaga Pendidikan Al Quran.

Perhatian Pemda

Dalam pertemuan tersebut, Imam Safe'i mengaku sudah kenal lama dengan Perguruan Thawalib Padang Panjang, karena merupakan pesantren tertua di Indonesia yang didirikan oleh alim ulama Minangkabau.
Kata Imam Safe'i sebagai pesantren tertua tentu telah memberikan kontribusi cukup besar selama ini, apalagi telah banyak melahirkan para santri yang berasal dari seluruh Indonesia.

Terkait dengan keberadaan pesantren, semestinya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian penuh. Sebab ada sejumlah pemerintah daerah yang peduli dengan pesantren dengan mengalokasikan anggaran dari APBD masing masing.

"Misalnya provinsi Jawa Tengah sampai menyediakan anggaran untuk pesantren dan pendidikan Islam sampai Rp250 miliar," ujarnya.

Perhatian pemerintah daerah kepada pesantren juga didaerah lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat dan daerah lainnya.

Kata Imam Safe'i, dengan adanya Undang Undang tentang pesantren, maka telah menjadi payung terhadap pesantren. Pemerintah daerah bisa memberikan bantuan kepada pesantren.

"Silakan masing masing pemda memberikan bantuan dan perhatian kepada pondok pesantren," ujarnya.

Menurut Irwan Natsir, silaturrahmi dengan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI adalah sebagai bentuk membangun komunikasi serta menjalin hubungan dengan berbagai pihak.

"Sebagai lembaga pendidikan Islam, Thawalib tentu membangun hubungan dengan Kementerian Agama," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai pencerahan dan pengelolaan pesantren dibahas termasuk bagaimana upaya memajukan pesantren. (*)

 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]