5 Negara yang Tidak Punya Laut, Tapi Memiliki Angkatan Laut


Sabtu, 18 Juli 2020 - 19:07:45 WIB
5 Negara yang Tidak Punya Laut, Tapi Memiliki Angkatan Laut Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Sebagian besar wilayah bumi memang diliputi oleh perairan berupa lautan yang membuat banyak negara di dunia memiliki wilayah yang tidak hanya daratan, tetapi juga lautan.

Di samping itu, ada juga puluhan negara dunia yang sama sekali tidak memiliki wilayah lautan, jadi wilayahnya hanya terdiri dari daratan.

Meskipun demikian, ada sembilan negara yang tetap memiliki angkatan laut yang kemudian dikenal sebagai Navies of Landlock atau angkatan laut dari negara yang terkunci daratan.

Kesembilan negara itu adalah Azerbaijan, Bolivia, Republik Afrika Tengah, Turkmenistan, Kazakhstan, Laos, Paraguay, Rwanda, dan Uganda.

Berikut ini lima angkatan laut di antara negara-negara daratan tersebut:

1. Laos

Dikutip dari globalsecurity.org, angkatan laut dari negara yang terletak di Asia Tenggara ini diberi nama Lao People's Navy (LPN) atau Angkatan Laut Rakyat Laos.

Pasukan ini ada sejak 1975 dan merupakan sisa-sisa angkatan laut yang dimiliki Kerajaan Laos.

Pada 1994 pasukan ini memiliki kekuatan personel sekitar 500 anggota, mereka bertugas menjaga keamanan sungai, saluran air di pedalaman, merawat kapal, dan mengawasi pergerakan pasukan lawan dari tempat-tempat tertentu, salah satunya di seberang Sungai Mekong.

Pada tahun ini, LPN hanya memiliki kapal patroli sungai tidak lebih dari 50 unit. Hingga tahun 2000-an, tidak ada perubahan signifikan terkait pasukan ini. Pasukan juga inventaris kapal dan peralatan lainnya masih tetap terbatas.

2. Azerbaijan

Berdasarkan informasi di laman Kementerian Pertahanan Azerbaijan, angkatan ini berdiri pada Agustus 1919 setelah pasukan Inggris meninggalkan negara tersebut.

Di masa awal pembentukannya, angkatan laut ini hanya memiliki dua perwira tinggi yang berasal dari negara mereka sendiri, karena pada saat itu Kementerian Perang Azerbaijan tidak memiliki departemen angkatan laut.

Namun perlahan, kekuatan personel juga perlengkapan lapangan angkatan bersenjata ini berkembang seiring berjalannya waktu.

Mereka memiliki kapal perang, kapal uap bersenjata, kapal operasi, dan kapal untuk akomodasi transportasi.

Tidak memiliki lautan, wilayah gerilya angkatan laut ini adalah di Laut Kaspia, wilayah perairan luas yang dikelilingi sejumlah negara, tetapi tidak terhubung secara langsung dengan lautan lepas.

Angkatan Laut kerap melakukan simulasi tempur dengan Angkatan Udara dan Badan Penjaga Pantai sejumlah negara yang mengelilingi Laut Kaspia untuk melindungi pipa minyak dan gas yang ada di bawah perairan tersebut.

3. Paraguay

Pasukan angkatan laut Paraguay, melansir Country Data, pertama kali dibentuk di bawah Francia yang memelihara armada sebelas kapal.

Lalu di bawah Presiden Lespezes, angkatan laut ini diperluas mencakup batalion laut dan artileri angkatan laut.

Semuanya pernah terlibat dalam penyerangan di salah satu pertempuran laut terbesar di dunia yang pada akhirnya memaksa mereka kembali dengan pasukan yang hampir hancur total.

Pada akhir 1988, personelnya mencapai 3.150 orang yang sepertiga di antaranya merupakan wajib militer.

Dengan 6 kapal pertahanan sungai, 7 kapal patroli, 3 kapal amfibi, dan sejumlah unit pendukung lain, angkatan laut ini bertanggung jawab terhadap pemeliharaan alat bantu navigasi dan menjaga penyeberangan sungai besar.

Pangkalan utama angkatan ini terletak di ibu kota, Puerto Sanjon, termasuk sebuah galangan kapal dan gudang senjata angkatan laut.

4. Uganda

Negara yang terletak di Afrika Timur ini tidak memiliki lautan, tetapi sebagian wilayahnya adalah perairan yang datang dari Danau Victoria.

Dikutip dari berbagai sumber, di sanalah angkatan laut Uganda yang merupakan bagian dari The Uganda People's Defence Force (UPDV) ditugaskan.

Pasukan ini bertanggung jawab untuk wilayah danau yang masih merupakan bagian dari negara, salah satunya mengawasi dan menangani jika terjadi kasus pencurian ikan di sana.

5. Bolivia

Negara tanpa laut kelima yang memiliki angkatan laut adalah Bolivia di Amerika Selatan.

Dikutip dari news.com.au selama lebih kurang 140 tahun terbentuk, anggota angkatan laut mereka tidak bisa beroperasi di lautan.

Sebelumnya, Bolivia masih memiliki garis pantai setidaknya sepanjang 240 kilometer. Namun, sejak 1884, pantai tersebut hilang akibat adanya Perang Pasifik.

Akibatnya, para angkatan laut mereka tidak lagi bisa mengarungi lautan dan sebagai gantinya mereka hanya ditugaskan di wilayah perairan darat seperti sungai dan danau yang ada di wilayah negaranya.

Pada 1963, pemerintah setempat mendirikan Armada Bolivia yang kemudian diubah menjadi Angkatan Laut Bolivia pada tahun 1966. (*)

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:52:27 WIB

    Waduh! 5 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Suntik Vaksin Flu

    Waduh! 5 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Suntik Vaksin Flu HARIANHALUAN.COM - Lima orang meninggal dunia setelah mendapat suntikan flu di Korea Selatan dalam seminggu terakhir, yang meningkatkan kekhawatiran atas keamanan vaksin tepat ketika program inokulasi musiman diperluas untuk .
  • Sabtu, 26 September 2020 - 17:48:37 WIB

    Dihajar Corona, India Tembus 5.903.932 Kasus Positif

    Dihajar Corona, India Tembus 5.903.932 Kasus Positif HARIANHALUAN.COM- Kementerian Kesehatan Federal India menyatakan, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di India naik menjadi 5.903.932  pada Sabtu (26/9/2020)..
  • Rabu, 23 September 2020 - 09:16:46 WIB

    3.500 Warga Palestina Tewas 'di Tangan' Netanyahu

    3.500 Warga Palestina Tewas 'di Tangan' Netanyahu HARIANHALUAN.COM - Hampir 3.500 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, meninggal dalam serangan militer Israel selama kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu..
  • Senin, 21 September 2020 - 14:19:54 WIB

    Corona Hajar Prancis, Bertambah  10.569 Kasus Sehari

    Corona Hajar Prancis, Bertambah  10.569 Kasus Sehari HARIANHALUAN.COM- Otoritas kesehatan Prancis mengonfirmasi 10.569 kasus tambahan COVID-19 pada Minggu, turun dari peningkatan 13.498 kasus sehari sebelumnya..
  • Selasa, 15 September 2020 - 23:24:29 WIB

    Alibaba Guyur Grab Rp44,5 Triliun, Berencana Beli?

    Alibaba Guyur Grab Rp44,5 Triliun, Berencana Beli? HARIANHALUAN.COM -  Alibaba kabarnya sedang rajin menggelontorkan dana investasi. Salah satunya kepada perusahaan ride-hailing Grab, yang akan mendapat suntikan dana USD3 miliar atau sekitar Rp44,5 triliun..

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]