Pelaku UMKM Apresiasi Gerakan Bela Beli Produk di Sawahlunto


Ahad, 19 Juli 2020 - 18:09:50 WIB
Pelaku UMKM Apresiasi Gerakan Bela Beli Produk di Sawahlunto Ketua KUBE Berkah Abadi Lumindai, Roynaldo apresiasi gerakan bela beli pruduk UMKM Sawahlunto. Riki Yuherman

HARIANHALUAN.COM - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sawahlunto apresiasi gerakan " bela beli produk UMKM Sawahlunto" yang tertuang dalam surat edaran Walikota Nomor: 516/431/Koperindag.Swl/VII/2020  tentang Himbauan Pembelian Produk Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) di Wilayah Kota Sawahlunto. 

Salah satunya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Berkah Abadi Desa Lumindai Kecamatan Barangin yang memproduksi memproduksi gula semut. Ketua KUBE Berkah Abadi Lumindai, Roynaldo mengatakan, dengan surat edaran ini bisa menjadi kekuatan bagi UMKM di kota ini dalam memasarkan produknya.

"Terlebih di saat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini. Mudah-mudahan bisa membuat bangkit kembali UMKM yang ada," ujarnya kepada harianhaluan.com, Minggu (18/7/2020).

Untuk produksi gula semut Aren Lumindai sendiri sebut Roynaldo, dapat bertahan ditengah terpaan badai Covid. "Perubahan konsumsi masyarakat dari gula pasir kepada gula aren yang dinilai lebih sehat, membuat produk asli Lilumindai ini semakin diminati oleh masyarakat," katanya.

Roynaldo juga berharap, surat edaran bela beli produk UMKM Sawahlunto ini bisa menjadi acuan bagi badan usaha milik pemerintah maupun swasta dan juga masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal. Dia meyakini, produk lokal juga sangat berkualitas dan dapat bersaing dengan produk luar lainnya.

Sementara Walikota Deri Asta mengungkapkan, dengan surat edaran ini akan membantu tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa pandemi. "Kami mengimbau melalui surat edaran ini, karena dampaknua dapat mengairahkan perputaran uang, modal dan profit bagi pelaku UMKM beserta rantai transaksi ekonomi yang terjadi," katanya.

Deri menjelaskan, dari pemetaan permasalahan dampak Covid-19, didapati masalah yang dihadapi UMKM di Sumatra Barat adalah penjualan atau permintaan pelanggang yang menurun hingga 32,53 persen. Kesuliatan bahan baku, 16,14 persen, terhambat distribusi, 11,66 persen, permodalan 15,30 persen sehingga membuat terhambatnya produksi.

"Melihat dampak itu, diinisiasilah imbauan yang dituangkan dalam surat edaran Walikota, untuk mengajak masyarakat secara keseluruhan mencintai produk dari UMKM lokal sendiri. Membeli produk Sawahlunto. Produk lokalpun cukuo bersaing dan berkualitas baik," ujarnya. (*)

loading...
Reporter : Riki Yuherman /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]