Virus Covid-19 Bermutasi, Apakah Ini Membuatnya Lebih Mematikan?


Senin, 20 Juli 2020 - 06:27:46 WIB
Virus Covid-19 Bermutasi, Apakah Ini Membuatnya Lebih Mematikan? Dok bbc

HARIANHALUAN.COM - Virus corona yang mengancam dunia saat ini tidaklah sama dengan virus corona yang pertama kali muncul di China.

Sars-CoV-2 nama resmi virus yang menyebabkan penyakit Covid-19, dan terus mengakibatkan kehancuran di seluruh dunia, sedang bermutasi.

Namun, meskipun para ilmuwan telah menemukan ribuan mutasi, atau perubahan pada materi genetik virus, hanya satu yang sejauh ini diduga mengubah perilakunya.

Pertanyaan krusial tentang mutasi ini ialah: apakah ini membuat virus lebih mudah menular - atau lebih mematikan - bagi manusia? Dan dapatkah ia mengancam kesuksesan vaksin di masa depan?

Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona di Indonesia

Virus corona ini sebenarnya berubah sangat lambat dibandingkan virus flu lain. Dengan relatif rendahnya tingkat kekebalan alami di populasi, tiadanya vaksin, dan sedikit pengobatan yang efektif, tidak ada tekanan bagi si virus untuk beradaptasi. Sejauh ini, ia bisa terus menyebar saja sudah bagus.

Mutasi itu - dinamai D614G dan terletak di dalam protein yang menyusun spike atau "ujung runcing" yang digunakan virus untuk menerobos ke dalam sel manusia - muncul tak lama setelah wabah pertama di Wuhan, barangkali di Italia. Mutasi itu kini ditemukan di sebanyak 97% sampel di seluruh dunia.

Keuntungan evolusi

Pertanyaannya ialah apakah dominasi mutasi ini memberi virus suatu keuntungan, ataukah hanya kebetulan.

Virus tidak punya rencana. Mereka terus bermutasi dan meskipun beberapa perubahan akan membantu virus bereproduksi, beberapa justru bisa menghambatnya. Perubahan lainnya adalah netral. Mereka adalah "produk sampingan dari replikasi virus," kata Dr. Lucy van Dorp, dari University College London. Mutasi-mutasi itu "hanya menumpang" di virus tanpa mengubah perilakunya.

Mutasi yang muncul bisa menjadi sangat umum hanya karena terjadi pada awal wabah dan kemudian tersebar — dikenal sebagai "efek pendiri" (founder effect). Inilah yang diyakini dr. van Dorp dan timnya sebagai penjelasan mengapa mutasi itu mendominasi. Tapi hipotesis ini kontroversial.

Semakin banyak - mungkin mayoritas - pakar virologi kini percaya, seperti dijelaskan dr. Thushan de Silva di University of Sheffield, terdapat cukup banyak data untuk mengatakan versi virus ini memiliki "keuntungan selektif" dalam evolusi daripada versi sebelumnya.

Meskipun belum ada cukup bukti untuk mengatakan "ia lebih mudah menular" pada manusia, ujarnya, ia yakin mutasi itu "tidak netral".

Ketika diteliti dalam kondisi laboratorium, virus yang bermutasi mampu memasuki sel manusia lebih baik dari virus tanpa variasi itu, kata profesor Hyeryun Choe dan Michael Farzan, di Universitas Scripps di Florida. Perubahan pada protein "ujung runcing" yang digunakan virus untuk mengait pada sel manusia tampak memungkinkannya untuk "menempel lebih baik dan berfungsi lebih efisien."

Prof. Farzan mengatakan protein spike virus-virus ini berbeda dengan cara yang "konsisten dengan, tapi tidak membuktikan, penularan yang lebih besar".

Hasil penelitian di laboratorium

Di Pusat Teknologi Genom Universitas New York, dr Neville Sanjana, yang biasanya mengerjakan teknologi pengeditan gen Crispr. telah melangkah lebih jauh.

Timnya `mengedit` sebuah virus sehingga memiliki perubahan pada protein spike dan mengadunya dengan virus Sars-CoV-2 yang tanpa mutasi dari wabah awal di Wuhan, dalam sel-sel jaringan manusia. Hasil uji itu, ia percaya, membuktikan bahwa virus yang bermutasi lebih cepat menular daripada versi aslinya, setidaknya di laboratorium.

Dr. van Dorp menekankan "tidak jelas" seberapa representatif hasil itu dalam menjelaskan penularan pada pasien sungguhan. Tapi Prof. Farzan mengatakan "perbedaan biologis yang mencolok" ini "cukup penting untuk menambah bukti" yang mendukung gagasan bahwa mutasi membuat virus lebih mudah menyebar. (*)

loading...
 Sumber : Viva.co.id /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]