Mengecat Kuku dengan Kutek dan Henna, Apakah Sah Wudhunya?


Senin, 20 Juli 2020 - 07:38:17 WIB
Mengecat Kuku dengan Kutek dan Henna, Apakah Sah Wudhunya? ilustrasi kutek (stutterstock)

HARIANHALUAN.COM - Mengecat kuku dengan kutek dan henna sudah jadi tren di kalangan perempuan. Tujuannya tentu saja untuk kecantikan. Terus, bagaimana kalau setelah mewarnai kuku dengan kutek atau henna lalu berwudhu. Apakah sah wudhunya?.

“Perempuan yang memakai cat kuku atau kutek wudhunya tidak sah, karena kuku harus basah ketika wudhu, sementara ketika memakai kutek air tidak masuk ke kuku,” kata pendakwah kondang lulusan Al Azhar Mesir, Ustadz Abdul Somad dalam sebuah ceramahnya seperti dikutip dari chanel Youtube Visio Inspira, dikutip dari Okezone, Senin (20/7/2020).

Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC) Ustadz Rakhmad Zailani Kiki berpendapat serupa. “Karena kutek menghalangin sampainya air wudhu, maka wudhunya tidak sah,” katanya.

Sebagian ulama mengharamkan mengecat, mengerik, menghitami, bahkan memacari kuku. Namun Imam Ibnu Rif’ah membolehkan memacari kuku dengan warna selain hitam, dan ini pendapat yang mahsyur.

Dibolehkan dengan syarat bahan yang diwarnai kuku tidak menghalangi air membasahi kuku. Daun pacar salah satunya, meski dipakai di kuku, tapi kukunya tetap bisa dibasahi karena warna dari daun itu menyerap ke kulit, sehingga dibolehkan.

Sementara kutek bahannya lebih tebal sehingga kuku yang dicat kutek tidak tertembus air saat berwudhu, sementara kuku bagian yang wajib dibasuh saat bersuci.

Allah berfirman:

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakikmu sampai dengan kedua mata kaki.” (Q S Al-Maidah:6)

Lalu bagaimana dengan henna?

Pertama, memakai henna bagi wanita budak dan wanita yang bersuami hukumnya sunnah. Namun hukumnya makruh memakai henna bila belum memilki suami. Dan pendapat menurut mu’tamad mengatakan bahwa hukumnya haram.

Kedua, bagi pria hukumnya haram memakai henna kecuali darurat atau sedang mengadakan hajat.

“Kalau memakai henna atau inai hanya berupa atsarnya atau bekasnya saja, maka wudhunya sah,” kata Ustadz Rakhmad.

Jadi, kesimpulannya adalah perempuan boleh memakai henna atau inai karena tidak menghalangi air wudhu masuk ke dalam kuku. Dan, tentunya memakai kutek tidak diperbolehkan karena wudhu menjadi tidak sah. (*)

 Sumber : Okezone.com /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]