Temukan 22 Kasus Baru Positif Covid-19, China Lockdown Urumqi


Senin, 20 Juli 2020 - 10:06:13 WIB
Temukan 22 Kasus Baru Positif Covid-19, China Lockdown Urumqi Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah China melakukan penguncian (lockdown) pada kota Urumqi, ibu kota provinsi Xinjiang. Penguncian dilakukan sejak akhir pekan kemarin.

China pun melaporkan 22 kasus baru di kota tersebut kemarin, sebagaimana ditulis Bloomberg. Sebagai mana dikutip South China Morning Post (SCMP), ada 269 orang yang diobervasi secara medis.

Tes massal Covid-19 kini dilakukan secara agresif di kota dengan 3,5 juta penduduk itu, Tim dokter dikirim khusus dengan menggunakan pesawat ke Urumqi.

Media lokal melaporan, Urumqi sempat nol kasus corona selama 150 hari. Namun Kamis lalu, seorang perempuan 24 tahun yang bekerja di pusat perbelanjaan Tianshan positif Covid-19.

Pada Jumat, Xinjiang, membatalkan 89% penerbangan. Sementara layanan kereta bawah tanah dan bus umum dihentikan sementara.

Belum ada pengumuman resmi kapan semua layanan akan kembali normal. Xinjiang adalah provinsi dengan 21 juta warga, termasuk etnis Uighur dan Muslim lainnya.

Xinjiang sendiri berada berdekatan dengan perbatasan Kazakhstan, Rusia, Mongolia, Afganistan, Pakistan, India, dan Tajikistan. Kazakstan sendiri sudah melakukan penguncian total sejak 5 Juli lalu.

"Setelah sebuah kasus dikonfirmasi, kuncinya adalah untuk melacak sumbernya, untuk mengklarifikasi dari mana asalnya dan dengan siapa pasien itu berhubungan," kata Zeng Guang dikutip Health Times, sebuah surat kabar yang berafiliasi dengan juru bicara Partai Komunis People's Daily.

"Coronavirus itu rumit dan berubah dengan cepat ... dan kasus Covid-19 sporadis akan membuat protokol 'new normal' wajib dilakukan untuk melawan pandemi," katanya lagi.

Sebelumnya, China sempat heboh dengan kasus penularan di pasar Xinfadi Beijing pada Juni lalu. Sebanyak 330 orang terdeteksi positif dari kluster tersebut.

Saat ini sudah 14 hari tidak ada infeksi dilaporkan di Beijing. Covid-19 di Xinfadi diduga dari salmon impor yang dijual di pasar itu.

Saat ini China melaporkan ada 83.682 kasus infeksi Covid-19 secara keseluruhan. Angka kematian mencapai 4.634. (*)
 

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:41:07 WIB

    Taiwan Bebas Corona! Sudah 200 Hari Tak Ditemukan Kasus Baru Covid-19

    Taiwan Bebas Corona! Sudah 200 Hari Tak Ditemukan Kasus Baru Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Sementara banyak negara di dunia mencapai titik tertinggi kasus virus corona Covid-19, Taiwan menggarisbawahi keberhasilannya dalam mengendalikan virus. Tercatat negara ini telah mencapai rekor 200 hari tan.
  • Sabtu, 19 September 2020 - 06:18:32 WIB

    Terungkap! Peneliti Temukan Penyebab Kapal Titanic Tenggelam

    Terungkap! Peneliti Temukan Penyebab Kapal Titanic Tenggelam HARIANHALUAN.COM - RMS Titanic menabrak gunung es pada 15 April 1912 dan tenggelam beberapa jam kemudian, menewaskan lebih dari seribu orang. Kini lebih dari seabad kemudian, ilmuwan memiliki teori baru tentang penyebab tengg.
  • Jumat, 18 September 2020 - 11:44:30 WIB

    Limbah Pabrik Bocor, China Temukan Ribuan Orang Terinfeksi Bakteri

    Limbah Pabrik Bocor, China Temukan Ribuan Orang Terinfeksi Bakteri HARIANHALUAN.COM - Sedikitnya 3.245 orang telah terjangkit penyakit brucellosis di kawasan barat laut China. Penyakit tersebut akibat terinfeksi oleh bakteri menyusul adanya kebocoran di limbah pada sebuah perusahaan biofarma.
  • Kamis, 17 September 2020 - 09:21:23 WIB

    Waw! Jejak Kaki Manusia dari 120.000 Tahun Lalu Ditemukan di Arab Saudi

    Waw! Jejak Kaki Manusia dari 120.000 Tahun Lalu Ditemukan di Arab Saudi HARIANHALUAN.COM - Jejak kaki manusia yang diperkirakan berasal dari 120.000 tahun lalu ditemukan di Arab Saudi. Temuan ini sebenarnya hasil penelitian beberapa tahun lalu, namun baru diumumkan oleh otoritas setempat..
  • Kamis, 17 September 2020 - 09:11:49 WIB

    Sperma Tertua di Dunia Ditemukan, Panjangnya sampai 7 Meter?

    Sperma Tertua di Dunia Ditemukan, Panjangnya sampai 7 Meter? HARIANHALUAN.COM - Tim ahli paleontologi menemukan apa yang mereka yakini sebagai sperma hewan tertua di dunia. Sperma itu berada di dalam crustacea kecil yang terperangkap di gumpalan getah pohon (resin) di Myanmar..

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]