Trump dan Corona Berpotensi Rusak Image Dolar


Senin, 20 Juli 2020 - 10:11:13 WIB
Trump dan Corona Berpotensi Rusak Image Dolar Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Dolar Amerika Serikat menjadi daya tarik terpenting bagi Amerika Serikat dan mata uang pilihan bagi investor untuk perdagangan berbagai aset di seluruh dunia.

Daya tarik dolar AS juga mendorong mata uang itu menjadi aset dunia yang disimpan dalam jumlah besar oleh pemerintah, bank sentral dan lembaga keuangan besar lainnya.

Namun, saat virus Corona (COVID-19) melanda, dolar semakin kehilangan daya tariknya dan menjadi beban baru jatuhnya ekonomi dunia. Kini investor pesimistis atas prospek dolar akibat beban utang AS dan kurangnya komitmen Trump dalam menangani segala risiko krisis di masa pandemi ini.

Dikutip dari CNN, Senin (20/7/2020) dunia ekonomi memprediksi bahwa suku bunga AS dapat mendekat nol dalam jangka panjang. Hal ini dapat memudarkan daya tarik dolar dan nilai dolar itu sendiri. Bukan pertanda baik untuk defisit fiskal negara yang terus membengkak. Utang federal AS diproyeksi mencapai 101% dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini.

Ahli dari Nomura Holdings Jordan Rocherster memprediksi bahwa dolar akan terus melemah jika AS lambat dalam respons kasus COVID-19 di negaranya. Selain itu catatan pengangguran di AS yang tinggi menjadi kekhawatiran tersendiri.

Dalam menopang perekonomian, AS telah menggelontorkan banyak pinjaman untuk mendanai program stimulus besar-besaran. Departemen Keuangan AS mengatakan defisit negara hingga bulan Juni naik menjadi US$ 864 miliar setara Rp 12.811 triliun (kurs Rp 14.800). Defisit ini bertambah karena segala program stimulus, belanja barang, jasa, dan investasi di luar negeri.

Kasus virus Corona di AS yang meningkat menjadi 3,4 juta orang menjadi mimpi buruk AS dalam prospek ekonominya terutama daya tarik dolar. Hal ini menjadi mimpi buruk karena sebagian besar negara bagian kini menutup ekonomi mereka. Sekitar 27 negara bagian AS telah menutup aktivitas perekonomian mereka.

Menurunnya peran AS di panggung ekonomi dunia akan mendorong investor berpaling ke sekutu Eropa untuk mempertimbangkan investasi di Eropa. Perlu diketahui dibandingkan AS, negara di Eropa lebih baik dalam penanganan ekonomi di tengah pandemi virus Corona.

Rochester mencatat bahwa data menunjukkan pemulihan ekonomi telah terhenti di AS ketika negara itu memasuki gelombang baru kasus COVID-19. Sementara di Eropa aktivitas masih membaik. Mata uang euro terlihat semakin menarik bagi beberapa investor dan mendorong euro naik sekitar 2% terhadap dolar sepanjang tahun ini.

Kepala Strategi Mata Uang Rabobank, Jane Foley berkata lain. dia mengungkap bahwa dolar AS belum kehilangan daya tariknya. Pasalnya sebagai mata uang pilihan transaksi global termasuk perdagangan minyak.

Dalam perdagangan minyak dolar telah menyumbang 62% cadangan mata uang dunia. Sekitar 88% terlibat dalam perdagangan dalam mata uang global. Beberapa hal tersebut tidak akan berubah secara drastis dalam waktu dekat ini atau pun menengah. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 26 September 2020 - 17:31:59 WIB

    Kasus Penipuan Warisan, Mary Trump Gugat Presiden Donald Trump

    Kasus Penipuan Warisan, Mary Trump Gugat Presiden Donald Trump HARIANHALUAN.COM-Pesiden Amerika Serikat Donald Trump digugat keponakanya sendiri, Mary Trump, dengan tuduhan bahwa Donald dan beberapa anggota keluarganya menipu dirinya menyangkut warisan senilai puluhan juta dolar AS..
  • Rabu, 23 September 2020 - 23:06:20 WIB

    Panas! Trump-Xi Jinping Perang Kata di Tengah Sidang Umum PBB

    Panas! Trump-Xi Jinping Perang Kata di Tengah Sidang Umum PBB HARIANHALUAN.COM - Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping perang kata di Sidang Majelis Umum (SMU) ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Trump menyalahkan China atas merebaknya pandemi Corona, sedangkan Xi J.
  • Selasa, 22 September 2020 - 11:09:58 WIB

    Seorang Wanita Ditangkap Polisi, Diduga Kirim 6 Surat Mengandung Racun Risin yang Dikirim ke AS Termasuk ke Trump

    Seorang Wanita Ditangkap Polisi, Diduga Kirim 6 Surat Mengandung Racun Risin yang Dikirim ke AS Termasuk ke Trump HARIANHALUAN.COM -   Kepolisian Kanada baru saja menggeledah apartemen di pinggiran Montreal terkait dengan tersangka wanita yang mengirimkan enam surat mengandung racun risin mematikan. Enam surat tersebut dikirimkan ke wil.
  • Jumat, 18 September 2020 - 10:15:20 WIB

    Gawat! Trump Bakal Jatuhkan 'Serangan' Lagi ke Iran

    Gawat! Trump Bakal Jatuhkan 'Serangan' Lagi ke Iran HARIANHALUAN.COM - Menjelang berakhirnya embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif baru yang menargetkan Iran..
  • Rabu, 16 September 2020 - 17:50:52 WIB

    Trump Akui Pernah Ingin Bunuh Presiden Suriah

    Trump Akui Pernah Ingin Bunuh Presiden Suriah HARIANHALUAN.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui dirinya pernah ingin membunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dengan operasi militer tahun 2017 lalu. Namun keinginan Trump itu ditentang keras oleh e.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]