Bukan Mistis, Kasus Langka Hamil '60 Menit' Ternyata Ada di Dunia Medis


Selasa, 21 Juli 2020 - 08:29:21 WIB
Bukan Mistis, Kasus Langka Hamil '60 Menit' Ternyata Ada di Dunia Medis Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kabar mengenai kehamilan dan persalinan seorang ibu di Tasikmalaya, Jawa Barat, menyorot perhatian publik. Dia melahirkan bayi laki-laki selang satu jam sejak menyadari dirinya hamil.

Dalam dunia medis, apa yang terjadi pada perempuan tersebut dikenal dengan istilah cryptic pregnancy atau kehamilan samar. Perempuan yang mengalami kehamilan samar biasanya tak akan sadar bahwa dirinya tengah mengandung jabang bayi.

Umumnya, awal kehamilan ditandai dengan terlambat haid. Mengutip Healthline, keterlambatan ini ditindaklanjuti dengan pengecekan kehamilan dengan alat tes sederhana (test pack) dengan hasil positif. Untuk konfirmasi 'resmi', dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan meliputi tes urine, tes darah, dan pemeriksaan ultrasonografi.

Selain itu, kehamilan juga membuat kebanyakan perempuan mengalami perubahan secara fisik seperti payudara yang makin membengkak, mual dan muntah selama trimester pertama, mood naik turun, dan lemas.

Akan tetapi, perempuan dengan cryptic pregnancy bisa saja tidak mengalami tanda-tanda kehamilan yang khas atau hanya samar. Kemungkinan lain, ibu mengabaikan tanda kehamilan seperti mual dan muntah sebagai gangguan pencernaan biasa.

Melansir dari Medical News Today, dokter mungkin merasa sulit mendiagnosis cryptic pregnancy karena gejalanya yang tidak ada atau tidak terlihat.

Ada beberapa penyebab umum yang biasanya menyertai kehamilan sama sehingga seorang perempuan berbulan-bulan tak menyadari keberadaan bayi yang dikandungnya.

1. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). Kondisi ini bisa membatasi kesuburan, menciptakan ketidakseimbangan hormon, dan mengakibatkan haid tidak teratur.

2. Perimenopause. Ini adalah waktu antara haid mulai tidak teratur dan henti haid secara permanen (menopause). Tanda kehamilan seperti kenaikan berat badan dan fluktuasi hormon bisa mirip dengan tanda perimenopause.

3. Konsumsi pil KB dan penggunaan IUD. Alat kontrasepsi bisa membuat Anda percaya diri bahwa kehamilan adalah mustahil. Meski kedua cara ini terbilang efektif, tetapi bukan tidak mungkin Anda tidak akan hamil.

4. Abai terhadap peluang hamil pascapersalinan. Karena masa menyusui dan faktor hormon, tubuh bias menunda ovulasi dan haid selama beberapa bulan setelah melahirkan. Fakta ini mungkin membuat Anda mengecilkan tanda-tanda kehamilan sebagai postpartum biasa.

5. Aktivitas fisik. Aktivitas fisik bak atlet bisa mengakibatkan haid tertunda selama beberapa bulan. Orang yang melakukan olahraga intensitas tinggi tidak cukup banyak memiliki hormon tertentu sehingga makin sulit mendeteksi kehamilan.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]