Dharmasraya Proyeksikan Pengembangan Terhadap 17 Kandidat Destinasi Wisata


Selasa, 21 Juli 2020 - 15:30:12 WIB
Dharmasraya Proyeksikan Pengembangan Terhadap 17 Kandidat Destinasi Wisata Festival Pamalayu yang menjadi salah satu ikon promosi wisata budaya mengenang Sejarah Ekpedisi Pamalayu sebuah diplomasi melalui operasi kewibawaan militer yang dilakukan Kerajaan Singhasari di bawah perintah Raja Kartanegara pada 1275-1286 Masehi terhadap Kerajaan Melayu di Dharmasraya. Foto dok HarianHaluan.com

HARIANHALUAN.COM - Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kabupaten Dharmasraya, memproyeksikan sedikitnya sebanyak 17 titik destinasi yang akan dikembangkan menjadi objek wisata unggulan di daerah itu.

"Destinasi tersebut kami bagi menjadi enam klaster pengembangan yakni klaster wisata alam, wisata buatan, wisata olahraga, wisata budaya, wisata religi dan wisata kuliner, " Ungkap Kasi Pembina Usaha pada dinas tersebut, Tarmizi, di Dharmasraya, Selasa(21/07).

Untuk wisata alam, lanjutnya, beberapa titik hamparan bentang alam di sejumlah kecamatan yang ada sudah dilakukan pemetaan potensi serta infrastruktur pendukung yang dibutuhkan jika kawasan itu dikembangkan.

Seperti dikawasan Desa Wisata Lubuk Karak, Kecamatan IX Koto, pihaknya memotivasi ke penggiat yang tergabung dalam kelompok masyarakat sadar wisata agar bisa mengembangkan potensi keberdayaan ekonomi dari sektor pariwisata, melalui pemanfaatan dana Badan Usaha Milik Nagari.

"Proyeksi utama adalah bagaimana masyarakat yang berada dekat dengan objek wisata dan situs-situs sejarah daerah itu peninggalan peradaban Hindu-Buddha yang diproyeksi sezaman dengan masa keemasan Kerajaan Singosari, bisa memiliki keberdayaan dan kesadaran dalam menjaga seluruh kawasan tersebut sebagai kekayaan sejarah budaya bangsa Indonesia," jelasnya.

Untuk mendukung usaha pariwisata ditengah fase penerapan tatanan kenormalan baru ditengah pandemi Covid-19, pihaknya sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi penerapan standar protokol kesehatan bagi karyawan hotel dan pengelola kolam pemandian.

Selain sosialisasi, tambahnya, pihaknya juga telah melakukan uji swab terhadap sekitar 80 orang karyawan bidang usaha pariwisata bekerja sama dengan pihak Dinas Kesehatan setempat.

"Kami terus mengawasi ketat pelaksanaan penerapan standar protokol kesehatan tersebut, karena usaha mereka tidak mungkin ditutup lebih lama mengingat harus ada penyeimbang terhadap perputaran ekonomi ditengah pandemi yang melanda, " tutupnya.

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio untuk menyiapkan program wisata yang aman dari virus Corona.  Berbagai destinasi wisata di Indonesia harus beradaptasi dengan kehidupan new normal agar bisa beroperasi di tengah pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 mendorong perubahan tren pariwisata. Isu health, hygiene, safety, dan security menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan. "Saya minta Menteri Pariwisata menyiapkan program promosi pariwisata di dalam negeri yang aman Covid-19, termasuk menggencarkan promosi produk-produk lokal dan atraksi pariwisatanya," kata Jokowi dalam rapat terbatas, Kamis (28/5/2020). (*)

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]