LKS Bergambar Mahyeldi Masih Beredar di Sejumlah SMP di Padang, Ini Kata Disdik


Selasa, 21 Juli 2020 - 15:58:40 WIB
LKS Bergambar Mahyeldi Masih Beredar di Sejumlah SMP di Padang, Ini Kata Disdik Kadisdik Padang, Habibul Fuadi.

HARIANHALUAN.COM - Terkait polemik yang sedang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat mengenai cover Lembar Kerja Siswa (LKS) mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VIII tingkat SMP yang menampilkan gambar Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah belum menemui titik temu.

Terkait hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi angkat suara. Saat dihubungi Harianhaluan.com, Selasa (21/7/2020), Ia mengatakan bahwa LKS tersebut memang membuat keresahan di beberapa kalangan masyarakat lantaran Mahyeldi akan maju pada pemilihan kepala daerah di Sumbar Desember mendatang.

"Demi menjaga kenyamanan masyarakat maka LKS tersebut telah kita perintahkan untuk ditarik peredarannya guna menghindari beberapa anggapan masyarakat," katanya.

Habibul mengatakan bahwa seluruh anggotanya sudah diperintahkan agar peredarannya ditarik segera, selanjutnya akan diganti kovernya. "Tim yang membuat buku ini adalah Guru Mata Pelajaran (GMP) dan mereka belum berkoordinasi mengenai covernya," ucapnya.

Ia menyayangkan, seharusnya yang dipasang pada buku pelajaran tersebut adalah foto kepala dinas, agar siswa lebih mengetahui siapa petinggi yang menaungi siswa dalam proses pembelajaran tersebut.

"Secara hukum sebenarnya tidak ada yang salah dalam pemasangan foto tersebut, hanya saja ramai diperbincangkan lantaran Mahyeldi maju sebagai calon gubernur Sumbar," katanya.

Hingga hari ini, sejumlah sekolah tingkat SMP di Kota Padang masih ditemukan peredaran buku tersebut, bahkan masih digunakan siswa untuk proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris. Ketika Harianhaluan.com menanyakan kepada salah seorang guru di lokasi, Ia belum mengetahui mengenai buku tersebut bakal ditarik.

"Kalau diperintahkan ditarik, pasti akan kami tarik kembali, kami belum mengetahui terkait hal ini," katanya.

Kalaupun buku tersebut dipermasalahkan karena dipajangnya gambar Mahyeldi, mungkin majelis guru akan mensiasati dengan memberikan sampul sebelum buku tersebut ditarik ulang.

Di sisi lain, Habibul mengatakan bahwa secara teknis itu dikembalikan lagi kepada sekolah, yang pasti Ia sudah memperintahkan agar buku tersebut ditarik kembali dari sekolah untuk diganti kovernya.

"Sekarang siswa belum diperbolehkan untuk pergi ke sekolah karena masih pandemi, kalaupun masih ada perasaan tidak senang di masyarakat, di sampul saja buku tersebut, maka tidak nampak lagi gambar Mahyeldinya," tegasnya. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]