Kanye West Berniat Ceraikan Kim Kardashian


Kamis, 23 Juli 2020 - 11:09:56 WIB
Kanye West Berniat Ceraikan Kim Kardashian Kanye West bersama istri dan anak-anaknya. Rencana mencalonkan diri sebagai presiden AS 2020 sudah diungkapkan Kanye West sejak lima tahun lalu, saat menerima Video Vanguard Award MTV VMAs 2015. Instagram

HARIANHALUAN.COM - Penyanyi rap, Kanye West yang ingin bertarung dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat kembali mencuitkan hal yang kontroversial  di akun Twitternya yang  kemudian dihapusnya.  

“Saya telah mencoba bercerai sejak Kim bertemu dengan Meek di Warldolf untuk reformasi penjara,” cuitnya pada Rabu, 22 Juli 2020.

Pertemuan Kim Kardashian, istri West, dengan rapper Meek Mill seperti yang dikicaukan West itu terjadi saat berlangsung Pertemuan Puncak Reformasi Peradilan Pidana di Los Angeles pada November 2018.  Kicauan West ini terjadi setelah empat hari ia memulai kampanye di North Charleston, South Carolina dengan pidato pertama kampanye presiden yang kontroversial, Ahad, 19 Juli 2020. 

Bukan cuma itu celotehannya di Twitter mengenai keluarganya. West membuat sebutan untuk ibu mertuanya, Kris Jenner dengan Kris Jong Un, merujuk pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Dia mengulangi klaimnya bahwa istri dan ibu mertuanya telah "mencoba terbang dengan dua dokter," untuk membuatnya dirawat di rumah sakit setelah pidatonya yang kontroversial itu.

Dalam pidatonya, West mengakui ia dan Kim Kardashian nyaris melakukan aborsi saat hamil North West. Ia mengaku tak siap untuk memiliki anak tapi Kim berubah pikiran dan memilih mempertahankan kehamilannya. ""Saya hampir saja membunuh putri saya, saya tak peduli meski istri saya akan menceraikan saya setelah pidato ini. Dia yang ngotot akan membawa North ke dunia, meski waktu itu saya tidak menginginkannya," ujarnya. 

West menangis ketika menggambarkan bagaimana dia hampir digugurkan oleh orang tuanya. "Tidak akan ada Kanye West, karena ayahku terlalu sibuk."  

Pidato West juga menyinggung soal agama dan perdagangan internasional. Ia mengatakan, aborsi harus dilegalkan tapi tetap memberikan insentif bagi ibu yang berjuang mempertahankan kehamilan. "Setiap orang yang memiliki bayi mendapatkan US$ 1 juta (Rp 14,6 miliar) atau sekitar angka itu," ujarnya. (*)

loading...
 Sumber : Tempo.co /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]