Sidang Pembunuhan Teluk Bayur Kembali Bergulir, Saksi: Korban Diduga Sering Mencuri


Kamis, 23 Juli 2020 - 17:52:40 WIB
Sidang Pembunuhan Teluk Bayur Kembali Bergulir, Saksi: Korban Diduga Sering Mencuri Saksi sidang perkara pembunuhan dikawasan Teluk Bayur, saat memberi keterangan dihadapan persidangan.

PADANG, HARIANHALUAN - Masih ingat dengan kasus pembunuhan di Teluk Bayur? Saat ini, kasus tersebut sudah berada di meja hijau. Dalam sidang yang beragendakan mendengar keterangan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi dalam perkara pembunuhan di kawasan pelabuhan Teluk Bayur, Rabu (1/1/2020) lalu atas terdakwa bernama Efendri Putra (32) dan rekannya Eko Sulistiono (30).

Saksi yang dihadirkan JPU yakni Wakil Komandan Regu (Wadanru) Khairul Amri. Selain itu, saksi juga merupakan rekan kerja kedua terdakwa di kawasan mess PT CSK Dermaga Beton Umum Pelabuhan Teluk Bayur tersebut. Khairul Amri dalam keterangannya mengatakan, kedua rekannya tersebut sepengetahuannya terlibat dalam perkara pembunuhan. Namun, memang sempat terjadi perkelahian antara terdakwa dan korban.

"Saya saat itu tidak tahu apa penyebab terjadi perkelahian antara keduanya. Ketika itu, saya dihubungi oleh Eko meminta agar merapat ke pleton," kata saksi kepada Ketua Majelis Hakim Leba Max Nandoko, hakim anggota Agnes Sinaga dan Yose Ana Rosalinda, Kamis (23/7/2020).

Sesampai di pleton, katanya, dia telah menemukan korban dalam keadaan bersimbah darah tergeletak dalam keadaan agak miring. Namun, saksi tidak mengetahui penyebab kenapa antara terdakwa dan korban sampai berkelahi. "Kejadian itu memang berada di area terlarang tanpa izin di kawasan PT. Pelindo," terangnya lagi.

Ditambahkannya, korban sebelumnya sering diingatkan untuk tidak boleh masuk ke area tersebut. Karena korban diketahui diduga sering melakukan pencurian kawasan pelabuhan dan perbuatannya itu tidak pernah dilaporkan ke pihak kepolisian. "Diduga korban sering melakukan pencurian. Setiap pengunjung kehilangan, untuk pelakunya selalu mengarah kepada korban. Selain itu, korban juga juga telah diingatkan untuk tidak masuk ke kawasan terlarang itu," tukas Khairul.

Sementara dalam dakwaan JPU dijelaskan, kejadian itu terjadi pada 1 Januari 2020 bertempat di dermaga beton umum, Pelabuhan Teluk Bayur. Terdakwa Efendi bersama Eko (terdakwa) yang merupakan sekuriti di area beton umum Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang melakukan patroli dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah melakukan patroli, terdakwa Efendi berhenti dan turun dari sepeda motor menuju ke dermaga umum, sedangkan terdakwa Eko melanjutkan patroli sendiri dengan berjalan kaki dan menuju ke dermaga VII serta duduk di pos jaga. Tak lama kemudian, terdakwa Eko melihat Adek Firdaus (korban) masuk ke dermaga VII. 

Melihat hal itu, terdakwa Eko menghampiri korban dan menegurnya, karena area tersebut dilarang untuk dimasuki. Saat itu, korban beralasan masuk ke area tersebut untuk memancing. Pada waktu korban ke luar dari area, ternyata korban malah masuk ke mess PT. CSK Dermaga Beton Umum Pelabuhan Teluk Bayur. 

Namun, keberadaan korban diketahui oleh terdakwa Eko dan terdakwa pun kembali menyuruh korban untuk ke luar dari mess. Terdakwa Eko meminta bantuan berupa isyarat kepada terdakwa Efendi. Di saat untuk meninggalkan kawasan tersebut, korban marah dan berkata kasar, kepada kedua terdakwa. Terdakwa Eko menarik lengan jaket korban dan korban pun melawan, sehingga terjadi pemukulan dan perkelahian. 

Pada saat itu, terdakwa Eko memegang tongkat sempat terjatuh ke lantai pada waktu perkelahian. Kemudian tanpa disadari, ternyata korban memegang pisau dan terdakwa Efendi melihat hal tersebut. Pada saat itu, perkelahian kembali terjadi, namun kali ini terdakwa Efendi membantu terdakwa Eko hingga pisau yang dipegang korban jatuh. 

Tanpa disadari, korban memiliki golok yang disimpan di dalam jaketnya dan korban kembali menyerang terdakwa Efendi. Perkelahian tersebut membuat korban mengeluarkan darah, karena terdakwa Efendi berhasil mengambil pisau milik korban yang terjatuh dan menusukkan ke paha sebanyak satu kali dan ke arah dada korban juga satu kali hingga korban tertelungkup. Akibatnya korban meninggal dunia.

Atas perbuatan tersebut, JPU menjerat terdakwa Eko dengan pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP, Pasal 351 ayat (1) KUHP. Sedangkan, terdakwa Efendi dijerat pasal 338 jo 55 ayat 1 ke (1), pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP dan pasal 351 ayat (3) KUHP. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]