Polisi Masih Selidiki Kasus Dugaan Ibu Penjual Bayi


Kamis, 23 Juli 2020 - 19:27:46 WIB
Polisi Masih Selidiki Kasus Dugaan Ibu Penjual Bayi Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrin Polresta Padang, masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penjualan bayi di kawasan Lubuk Begalung yang sempat gemparkan Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan, penyidik unit PPA tengah melakukan penyelidikan dan telah diperiksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut, termasuk ibu anak berinisial F (27).

"Penyelidikan masih berjalan dan kota bisa menyimpulkan apakah ada dugaan pidana perdagangan bayi atau hanya adopsi anak," sebut Rico, Kamis (23/7/2020).

Ditambahkannya, sejak dialakukan penyelidikan sejak selasa (21/7/2020), penyidik PPA masih terus melakukan penyelidikan. Namun untuk sementara, berdasarkan keterangan para saksi belum mengarah kepada dugaan pidana perdagangan bayi yang dilakukan oleh ibu bayi tersebut.

"Sejauh ini, belum ada terlihat peran F diindikasikan telah menjual anaknya. Tetapi yang jelas, kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini," terang Rico.

Sementara diinformasikan sebelumnya, bahwa F (ibu bayi) tersebut menyerahkan bayinya kepada orang yang hendak mengadopsi. Kemudian si pengadopsi memberikan uang sejumlah Rp3 juta kepada F untuk melunasi biaya persalinan di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan F sebelumnya, ia menyerahkan anaknya kepada orang lain karena tidak mampu membayar biaya persalinan. Sedangkan suaminya saat ini tengah menjalani masa tahanan karena tersandung kasus narkoba. 

Saat suaminya dipenjara, ia kembali menjalin hubungan dengan laki-laki lain berinisial B yang kini juga telah mendekam dipenjara. Sementara ia telah hamil hasil hubungan gelap dengan B tersebut.

"Saya tidak tahu lagi kemana harus mengadu. Selama mengandung, saya tinggal bersama saudara saya di Lubeg," katanya.

Karena tidak punya uang biaya persalinan, kata dia, akhirnya ia meminta saudaranya itu yang biasa dipanggil 'Mak Etek' untuk mencarikan orang yang bisa mengadopsi anaknya dan bisa membayarkan biaya persalinan.

"Kemudian saudara saya itu mendapatkan uang dari orang yang mengadopsi sebesar Rp3 juta. Rp1 juta dibayarkan untuk biaya persalinan dan Rp1,6 juta diberikan kepada saya untuk kebutuhan sehari-hari," terangnya lagi.(*)
 

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]