Belasan Wanita Terjaring Razia Petugas Pol PP di Dharmasraya


Jumat, 24 Juli 2020 - 06:14:24 WIB
Belasan Wanita Terjaring Razia Petugas Pol PP di Dharmasraya Belasan wanita pemandu lagu yang terjaring razia tampak sedang menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas Satpol-PP Dharmasraya, di Markas Satpol-PP setempat, Jum'at (24/07). Foto dok Harian Haluan. Com.

HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 19 orang wanita pemandu lagu di sejumlah kafe karaoke keluarga tanpa izin terjaring dalam razia penyakit masyarakat jajaran Satpol-PP Kabupaten Dharmasraya, Kamis (23/07) malam.

"Mereka yang terjaring itu langsung dibawa ke markas Pol-PP untuk dimintai keterangan dan menjalani penyidikan lebih lanjut oleh pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), " ungkap Plt Kasat Pol-PP setempat, Syafrudin, di Dharmasraya, Jum'at (24/07) dinihari.

Dari hasil penyelidikan sementara, lanjutnya, sebagian dari mereka merupakan wajah-wajah lama yang kerap terjaring sebelumnya dan diduga mereka diajak bekerja kembali oleh oknum pemilik kafe seiring diberlakukannya sejumlah pelonggaran dalam penerapan tatanan kenormalan baru atau new normal.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respon pemerintah daerah atas keluhan masyarakat tentang beroperasi kembalinya tempat hiburan malam liar yang diduga mempekerjakan wanita-wanita dengan pakaian tidak sesuai norma dan kesusilaan yang berlaku ditengah masyarakat.

Selain itu, tambahnya, giat operasi penertiban tersebut juga bertujuan untuk menekan risiko kembali meluasnya penyebaran virus Covid-19 akibat adanya arus keluar masuk orang yang tidak terawasi kondisi dan riwayat perjalanannya.

"Dalam operasi itu terbukti disamping tidak mengantongi izin resmi, sebagian besar oknum pemilik kafe tidak menerapkan standar protokol kesehatan yang sudah diatur oleh pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus pandemi itu," jelasnya.

Terkait sanksi yang akan diberikan, ia menegaskan dalam penjatuhan sanksi tetap mengacu pada jenis pelanggaran dan tingkat kesalahan yang terbukti dilakukan.

Sesuai aturan yang ada, jelasnya, bagi pemilik kafe dilakukan penutupan tempat usaha hingga mereka memperoleh izin sesuai regulasi yang sudah ditetapkan dalam peraturan daerah tentang usaha jasa pariwisata dan aturan terkait lainnya termasuk norma agama, adat dan nilai kesusilaan yang berlaku di tengah masyarakat.

"Bagi wanita-wanita yang terjaring, diberlakukan dua jenis tindakan yakni bagi pemain lama akan dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Andam Dewi di Sukarami, Kabupaten Solok, sementara bagi yang baru kali ini terjaring akan dikembalikan ke daerah asal," tutupnya.

Pantauan Harian Haluan. Com, pada operasi itu melibatkan sebanyak 27 personel Satpol-PP setempat, yang menyisir sekitar 8 tempat hiburan malam tanpa izin.

Setelah dilakukan penyidikan terhadap para wanita-wanita tersebut, para wanita yang terjaring itu dibawa ke Puskesmas Sialang Kecamatan Pulau Punjung, guna menjalani uji swab sebelum dikirim ke Panti Rehabilitasi Sosial Andam Dewi Sukarami, Kabupaten Solok. (*)

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]