Awas, Ancaman Pemotongan Ekspor Menanti Bagi Perusahaan Nakal


Jumat, 24 Juli 2020 - 08:53:38 WIB
Awas, Ancaman Pemotongan Ekspor Menanti Bagi Perusahaan Nakal Deputi VI Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto.

HARIANHALUAN.COM - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN dan BKPM, terkait penerapan dan pengawasan dalam proses transaksi jual beli bijih nikel dari penambang kepada smelter.

Deputi VI Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto, mengatakan bahwa Menko Luhut meminta seluruh pelaku usaha harus mematuhi Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara. Aturan tersebut dibuat untuk memberikan keadilan terhadap penambang dengan smelter.

“Pemerintah di sini berposisi sebagai wasit, tidak akan berpihak kepada siapapun. Namun kami minta seluruh pelaku usaha, baik penambang maupun smelter, untuk patuh terhadap aturan yang sudah ditetapkan dan disepakati bersama. Kalau ada yang tidak mau patuh, pemerintah akan menyiapkan sanksi tegas mulai dari peringatan, pemotongan ekspor bahkan sampai pencabutan izin,” ujar Seto usai Rapat Koordinasi virtual, dikutip dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (24/7/2020).

Sanksi terhadap pihak-pihak yang tidak mematuhi aturan terkait Harga Patokan Mineral (HPM) bisa berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan usaha atau pemotongan ekspor, hingga pencabutan Izin Usaha. Pemberian sanksi harus didukung oleh seluruh K/L termasuk dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

Tujuan penetapan aturan mengenai HPM sendiri adalah untuk menciptakan keseimbangan antara penambang dan pengusaha smelter, terutama mendorong good mining practices namun tetap menjaga daya saing industri hilirisasi di Indonesia. Selain itu juga untuk mengoptimalkan potensi pendapatan pajak di Indonesia.

Pengaturan tata niaga nikel domestik yang mengacu pada HPM tidak ditetapkan secara sepihak, karena merupakan hasil dari diskusi dan kesepakatan bersama dengan para pelaku usaha dan pemangku kebijakan sektor mineral, khususnya nikel. Pihak yang terlibat diantaranya adalah penambang nikel yang diwakili APNI, serta perusahaan pertambangan dan perusahaan smelter yang diwakili AP3I.

Meskipun demikian, masih tetap ada praktik di lapangan yang berjalan tidak sesuai dengan aturan yang sudah disepakati tersebut. Mekanisme pasar tidak berjalan dengan baik meskipun relaksasi kebijakan ekspor sudah diberlakukan, karena harga bijih nikel domestik tetap rendah.

Oleh karena itu, Menko Luhut minta koordinasi yang baik antara Kemenko Marves, Kementerian ESDM, Kemenperin dan BKPM melalui Satuan Tugas yang akan dibentuk untuk memastikan implementasi aturan mengenai HPM di lapangan. Satgas tersebut juga akan secara rutin mengevaluasi dan berwenang untuk memberi sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar dan tidak mengikuti aturan.

“Pemerintah tidak akan berkompromi mengenai larangan ekspor bijih nikel. Hal itu merupakan amanat Undang-Undang. Keadilan harus ditegakkan baik kepada seluruh pelaku usaha, oleh karena itu kami minta semua pihak untuk patuh terhadap aturan. Hal ini saya kira sangat sederhana, sangat clear. Tinggal semua pihak mengeksekusi,” tegas Seto. (*)

loading...
 Sumber : Kemenko Marves /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 09 Juli 2020 - 23:13:32 WIB

    Awas, Obat Ini Justru Bikin Risiko Infeksi Covid-19 Makin Tinggi

    Awas, Obat Ini Justru Bikin Risiko Infeksi Covid-19 Makin Tinggi HARIANHALUAN.COM - Hingga kini peneliti masih terus mencari obat yang potensial untuk menangani pasien virus corona atau Covid-19. Tapi, di luar itu peneliti justru menemukan bahwa  ada obat jenis tertentu yang meningkatkan .
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 13:53:04 WIB

    Awas, Kapal Tempur China Diprediksi Melintasi Indonesia ke India

    Awas, Kapal Tempur China Diprediksi Melintasi Indonesia ke India HARIANHALUAN.COM – Pernyataan Sekretaris Negara Amerika Serikat Mike Pompeo dalam konferensi virtual Forum Brussels pada 25 Juni lalu  yang menyebutkan Indonesia dan negara-negara lainnya di Asia berada dalam ancaman P.
  • Jumat, 26 Juni 2020 - 07:25:12 WIB

    Awas, Pekerjaan Ini Paling Rawan Terdampak Gelombang PHK

    Awas, Pekerjaan Ini Paling Rawan Terdampak Gelombang PHK HARIANHALUAN.COM - Ada dua sektor paling parah terkena dampak pandemi covid-19 yang dilihat dari jumlah tenaga kerja dirumahkan dan PHK. Sektor yang terparah adalah transportasi dan tekstil..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]