Pakai Perahu ke Jorong Terpencil, Begini Cara Petugas Puskesmas di Pasaman Beri Pengobatan Gratis


Jumat, 24 Juli 2020 - 23:20:29 WIB
Pakai Perahu ke Jorong Terpencil, Begini Cara Petugas Puskesmas di Pasaman Beri Pengobatan Gratis Kepala UPT Puskesmas Pintu Padang, Ners. Lidia Roza bersama jajaran naik perahu menuju tempat pelayanan kesehatan gratis disalah satu jorong terpencil, Marapan.

HARIANHALUAN.COM - Peduli kesehatan masyarakat, UPT Puskesmas Pintu Padang, Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga di daerah terpencil di Marapan, Nagari Lubuk Godang. Kepala UPT Puskesmas Pintu Padang, Ners. Lidia Roza mengatakan, dalam kegiatan itu masyarakat mendapatkan pengobatan gratis bersama dokter. 

Pihaknya, kata dia, juga melakukan pemantauan lansia, pembagian tablet tambah darah bagi remaja. "Selain itu, kami juga memberikan susu pada anak kurang gizi dan memberikan penyuluhan kesehatan. Warga juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter umum," kata Roza, Jumat (24/7/2020).

Pelayanan kesehatan tersebut diikuti oleh puluhan warga setempat. Mereka terdiri dari orang tua dan anak-anak. Pelayanan kesehatan dilakukan sesuai protokol kesehatan. "Jumlah yang ikut pelayanan kesehatan sebanyak 24 orang warga. Sejumlah penyakit dikeluhkan oleh penduduk setempat. Paling banyak mengeluhkan osteoartritis dan katarak," ucap Roza. 

Dikatakannya, tingkat kesehatan warga Marapan sangatlah rendah. Pasalnya, masyarakat masih abai menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), apalagi untuk mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "PHBS sama sekali belum jalan. Mencuci tangan dengan air dan sabun masih kurang dilaksanakan, menggunakan jamban sehat masih kurang pencapaiannya, baru 60 persen, kebersihan lingkungan juga kurang," ujarnya. 

Kehidupan masyarakat di Marapan serba pas pasan alias hidup di bawah garis kemiskinan. Infrastruktur jalan belum memadai. Satu-satunya akses tercepat ialah lewat air menggunakan armada perahu. "Sulit mengakses Jorong Marapan jika lewat jalur darat. Kesana, kami pakai sampan, biayanya Rp10 ribu per orang. Marapan, minim penerangan listrik, cuma PLTA milik perorangan. Disana, tidak ada jaringan handphone," katanya.

Dia berharap masyarakat Marapan yang tinggal di tempat terpencil dan terisolir itu diperhatikan. Tidak hanya oleh tim dari Dinas Kesehatan saja, melainkan dari semua pihak dan pemangku kepentingan. "Sejak 2017, tenaga kesehatan (Bidan) kosong. Kini, warga Marapan sudah memiliki Bidan Desa, terhitung Maret 2020. Persalinan sudah bisa ditolong oleh bidan," tutupnya. (*)

 

loading...
Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]