Wisdom With Uda Basko, Ubah Motor Butut Jadi Ferrari


Ahad, 26 Juli 2020 - 12:20:01 WIB
Wisdom With Uda Basko, Ubah Motor Butut Jadi Ferrari Basrizal Koto berpose dengan mobil Ferrarinya.

HARIANHALUAN.COM - Mendengar nama pengusaha sukses Basrizal Koto, yang terbayang adalah bisnis sukses dan koleksi mobil serta motor mewah. Tapi tahukah Anda? Walaupun sukses di bidang bisnis yang digelutinya, Basko sempat berada di titik nol kehidupannya. Bahkan, dirinya tidak sampai menyelesaikan pendidikannya. 

Dia memutuskan untuk merantau dan memulai karir sebagai seorang penjual petai. Saat sesi wawancara bersama Arie di channel YouTube Haluan TV pada Minggu (25/7/2020) dengan tema Wisdom With Uda Basko, disana beliau bercerita mengenai cara mengubah hidupnya dari 'zero to hero'. Pria kelahiran Pariaman tersebut mengatakan hidup miskin jangan pernah dinikmati.

"Walaupun putus sekolah dan setelah merantau tidak memiliki guru, saya menjadikan alam sebagai guru. Apapun ada disana," katanya.

Sekarang dia telah memiliki bisnis sukses dan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan yang dikelolanya masuk dalam MCB Group. Perusahan tersebut diantaranya adalah PT Basko Minang Plaza, merupakan perusahaan yang membangun pusat perbelanjaan untuk masyarakat Padang dan Pekanbaru. 

Selain pusat perbelanjaan, Basrizal Koto juga mendirikan PT Cerya Riau Mandiri Printing (CRMP), perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Dia juga membangun PT Cerya Zico Utama, yakni perusahaan yang menjalankan bisnis properti. Lalu, PT Bastara Jaya Muda yakni perusahaan yang menggerakkan bidang tambang batubara. 

Kemudian, ada PT Riau Agro Mandiri adalah perusahaan yang melaksanakan ekspor impor ternak. PT Riau Agro Mandiri Perkasa yakni perusahaan yang bergerak dalam bidang pembibitan dan pengalengan daging. Ada juga PT Indonesian Mesh Network merupakan perushaan yang fokus mengembangkan TV Kabel dan internet serta Premier Basko Hotel di Padang yang dulunya bernama PT Best Western Hotel.

Memiliki bisnis besar dan sukses ini tidaklah mudah. Basko mencapai itu dengan berbagai rintangan. Bukan dalam waktu semalam dia mendapatkan semua itu, kuncinya tidak pernah malu dan berpikir sebelum orang lain berpikir. Pada Arie dan penonton Haluan TV, Basko menceritakan cara dia mengubah motor butut hingga jadi Ferrari.

"Dulu pernah mencoba bisnis jual-beli motor. Setelah dirasa sukses motor ini saya 'lipat' dan dibelikan ke mobil," lanjutnya sambil tertawa.

Pada tahun 1977, Basko membeli mobil pertamanya yaitua Toyota Kijang dengan harga Rp1,8 juta, tapi saat itu ia mengaku belum bisa menyetir mobil. Uniknya, Basko mempelajari cara menyetir mobil dari sopir mikrolet yang dia tumpangi saat berkeliling Kota Padang. "Saat itu saya minta pada penjual mobil Kijang itu untuk mengisi penuh minyak dan meletakan mobil di tepi jalan raya. Nah, di situ saya naik mikrolet putar-putar Padang duduk di depan dan saya terus memperhatikan cara sopirnya membawa mobil itu," kenangnya.

Setelah saat itu, Basko mempraktikan bagaimana cara membawa mobil hingga bisa. Kemudian, dari mobil Kijang berlanjut ke mobil-mobil selanjutnya. Pada tahun 1979, dia pergi ke Jakarta dan melihat peluang bisnis selanjutnya. Dia berpikir bisnis aksesoris mobil yang pada saat itu belum ada di Kota Pekanbaru. "Ya miskin itu harus dilawan bukan dinikmati," tegasnya. (*)

loading...
Reporter : Merinda Faradianti /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 Juli 2020 - 09:56:09 WIB

    Wisdom With Uda Basko: Kemiskinan Harus Dilawan Bukan Dinikmati

    Wisdom With Uda Basko: Kemiskinan Harus Dilawan Bukan Dinikmati HARIANHALUAN.COM - Berkomunikasi dengan baik adalah kekuatan dalam menjalin kerja sama bisnis. Hal tersebut yang dilakukan Basrizal Koto atau yang akrab dipanggil Basko ini. Pria yang lahir di Pariaman tahun 1959 ini merupaka.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]