Arsitektur Nusantara Yori Antar: Proyek Nasional Revitalisasi SRG Jangan Sampai Gagal


Senin, 27 Juli 2020 - 07:52:04 WIB
Arsitektur Nusantara Yori Antar: Proyek Nasional Revitalisasi SRG Jangan Sampai Gagal Arsitektur Nusantara Yori Antar berbincang bersama pemilik rumah di kawasan SRG.

HARIANHALUAN.COM - Arsitektur Nusantara Yori Antar tidak menginginkan proyek nasional Revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar) gagal dalam pembangunannya. 

Pasalnya, butuh perjuangan keras supaya pembangunan ini bisa sampai di Solsel. Apalagi, pihaknya ikut dalam menggagas bantuan revitalisasi SRG ke Solsel hingga mendapatkan persetujuan dari  Presiden RI Jokowi melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Saya mendengar informasi terkait masalah pekerjaan revitalisasi dari sejumlah media lokal maupun nasional. Saya akui proyek ini sejak awal sudah bermasalah," tegasnya ketika melakukan kunjungan ke kawasan SRG Solsel pada Sabtu (25/7/2020).

Yori Antar menilai, apabila pembangunan revitalisasi kawasan SRG tersebut selesai sesuai rencana sehingga bisa dijadikan home stay dan berdampak pada geliat kunjungan wisatawan tentunya yang beruntung masyarakat sekitar kawasan.

"Semua pihak tidak menginginkan proyek besar ini gagal. Kita sudah berdarah-darah untuk mendapatkan, jangan disia-siakan!," katanya.


Sementara itu, durasi waktu pekerjaan hanya bersisa sekitar empat bulan, bahkan sejak dimulainya revitalisasi pertengahan November 2019 banyak menuai permasalahan dilapangan.

Dia mengatakan, setiap pekerjaan atau proyek besar kerap memuai permasalahan. Apalagi pekerjaan rumah adat. 


"Revitalisasi rumah adat ini harus ada ahlinya atau tukang tuo," bebernya.

"Dari hasil pantauan saya kelokasi pekerjaan, memang banyak pekerjaan yang diluar spesifikasi. Seperti bahan kayu yang tidak sesuai dengan spek, pemasangan batu candi tidak sesuai dengan rencana awal," ujarnya.

Lebih lanjut, imbuhnya, terkait pemasangan batu candi tersebut, semula ditanam rumput dan itu harus direhabilitasi kembali dengan menukar rumput sama semen. Lalu, terkait masalah material kayu yang tidak sesuai dengan perjanjian awal. 

"Akan tetapi, hal ini bisa dicarikan solusinya seperti dicari persamaan jenis kayu, karena saat ini memang kayu untuk rumah gadang ini sangat sulit didapat," katanya.

Jika seperti itu, kata Yori maka dibutuhkan persetujuan dan tanda tangan dari pemilik rumah untuk pemakaian dan persamaan kayu. "Intinya masyarakat pemilik SRG tidak akan dirugikan," bebernya.

Menurutnya, keterlambatan pekerjaan proyek kawasan SRG juga disebabkan masih ada lahan yang belum CnC sehingga pihak Dinas PU tidak akan mengerjakan apabila lahanya tidak clean and clear.  "Kalau tidak CnC dananya bakal ditarik. Tapi saya tidak mau dana itu hilang," tuturnya.

Pihaknya mengaku bangga bisa turun langsung melihat kondisi pekerjaan. "Masyarakat sudah mulai lega dan senang. Hal itu dibuktikan ketika gotong-royong  membersihkan bahkan membuat ukiran untuk rumah gadang yang direvitalisasi," ucapnya.

Yori Antar bercerita, revitalisasi SRG merupakan program nasional Presiden Jokowi. Dimana, program itu didapatkan saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Sumbar tahun 2018 melalui Mentri PUPR Basuki.

"Beliau, bapak Presiden Jokowi pernah berpetualang mendaki Gunung Kerinci melewati Solsel, disitu beliau jatuh hati dengan kawasan SRG," kenangnya.

Sehingga, imbuhnya lahirlah sebuah program Presiden itu dengan program Nawacita presiden. "Jika masyarakat kawasan SRG senang, berkemungkinan Bapak Presiden akan berkunjung ke Solsel karena beliau sangat tertarik dengan SRG," ucapnya.

Untuk diketahui, proyek revitalisasi SRG nilai hasil lelang pekerjaan sebesar Rp69,8 miliar, diperuntukkan untuk revitalisasi 33 unit rumah gadang ditambah bangunan pendukung lainnya seperti menara pandang, panggung-panggung termasuk jalannya juga dibenahi. (*)

loading...
Reporter : Jefli /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 25 Januari 2016 - 03:38:28 WIB
    Fotografer se Indonesia Lakukan Pemotretan Maret 2016

    Masjid Menara Punya Arsitektur Hebat

    Masjid Menara Punya Arsitektur Hebat SOLSEL,HALUAN— Fo­tog­rafer se-Indonesia pada Maret 2016 akan melakukan pe­mot­retan di Kawasan Saribu Ru­mah Gadang, yang merupakan ikon Solok Selatan (Solsel), dan pernah diusulkan sebagai wa­risan dunia. .

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]