Anda Ingin Coba Mengontrol Mimpi? Ilmuwan Ini Punya Caranya


Senin, 27 Juli 2020 - 15:02:43 WIB
Anda Ingin Coba Mengontrol Mimpi? Ilmuwan Ini Punya Caranya ilustrasi mimpi

HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan penelitian terbaru, ilmuwan menemukan cara terkait bagaimana manusia dapat mengontrol mimpi mereka. Hal tersebut diklaim dapat berguna terutama bagi sebagian orang yang sering mengalami mimpi buruk pada saat pandemi. Mimpi yang dimaksud oleh ilmuwan merupakan lucid dreaming.

Jika diartikan, lucid dreaming bermakna sebagai "mimpi sadar" atau "mimpi jernih". Lucid dreaming merupakan sebuah kondisi di mana si pemimpi menyadari bahwa mereka sedang bermimpi dan dapat mengendalikan pengalamannya. Pada tahun 2018, Dr. Denholm Aspy dari University of Adelaide melakukan sebuah studi yang membandingkan beberapa teknik untuk menginduksi mimpi jernih.

Aspy menemukan bahwa mereka yang menggunakan metode Mnemonic Induction of Lucid Dreams (MILD) memiliki mimpi yang jernih pada 17 persen malam ketika pertama kali berlatih. Ini adalah metode terbaik yang diukur tanpa bantuan suplemen. Berdasarkan penelitian sebelumnya, suplemen yang divalidasi adalah obat Alzheimer, galantamine dan B6.

Sebuah studi baru, Aspy secara acak mengalokasikan 355 sukarelawan untuk mencoba lima teknik atau kombinasi berbeda, termasuk Senses Initiated Lucid Dream (SSILD). Itu adalah metode baru yang melibatkan bangun setelah lima jam dan memfokuskan perhatian secara intensif selama 20 detik sebelum kembali tidur.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa metode SSILD memiliki hasil yang sama efektif dengan sampel yang lebih besar. Teknik hibrida yang menggabungkan MILD dan SSILD menginduksi jumlah mimpi yang sama baik secara individual. Salah satu aplikasi dari lucid dreaming adalah memberikan cara untuk memiliki pengalaman yang jelas. 

"Hidup dan memuaskan saat bermimpi di mana itu tidak mungkin dilakukan oleh beberapa orang ketika mereka terjaga," kata Dr. Denholm Aspy pada pernyataan resminya.

Dikutip dari IFLScience, ilmuwan ini juga menyoroti bahwa pandemi COVID-19 memicu mimpi yang lebih intens termasuk serbuan mimpi buruk. "Beberapa mimpi buruk tentang rumah sakit atau tenatng orang yang kita cintai jatuh sakit, sementara mimpi yang lain lebih simbolis. Belajar untuk mimpi jernih membantu orang-orang yang sering mengalami mimpi buruk di mana mereka bisa membangunkan diri mereka sendiri ketika segala sesuatunya berubah," kata Dr. Denholm Aspy menambahkan.

Itulah tadi penjelasan ilmuwan mengenai "cara mengontrol mimpi" melalui lucid dreaming agar kita bisa tertolong saat mimpi buruk, tertarik mempraktikkannya? (*)

loading...
 Sumber : HiTekno /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:07:47 WIB

    Muncul Awan Mirip Gelombang Tsunami, Ternyata Pertanda Ini

    Muncul Awan Mirip Gelombang Tsunami, Ternyata Pertanda Ini HARIAHALUAN.COM - Anggota Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TREAK) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Ina Juaeni mengatakan awan Arcus mirip gelombang tsunami, jarang terlihat. Awan ini merupakan pertanda t.
  • Kamis, 02 Juli 2020 - 10:28:51 WIB

    dr Apriyanto Raih Gelar Doktor Usai Teliti Pertanda Kekambuhan Tumor Otak

    dr Apriyanto Raih Gelar Doktor Usai Teliti Pertanda Kekambuhan Tumor Otak HARIANHALUAN.COM - Tumor otak atau tumor meningioma memiliki tingkat rekurensi (kekambuhan) cukup tinggi, meski telah dilakukan langkah operasi untuk pengangkatannya. Dr. dr. Apriyanto, SpBS(K), M.Kes, FINPS berupaya mengungk.
  • Jumat, 12 Juni 2020 - 08:16:13 WIB

    Anda Pernah Tersetrum Saat Menyentuh Apapun? Ini Penyebabnya

    Anda Pernah Tersetrum Saat Menyentuh Apapun? Ini Penyebabnya HARIANHALUAN.COM - Apa kamu pernah dibuat kaget saat tanpa sengaja merasa kesetrum saat menyentuh seseorang, sebuah benda atau gagang pintu? Jika pernah merasa hal tersebut, ternyata ini penyebabnya. Biasanya rasa kesetrum in.
  • Rabu, 06 Mei 2020 - 17:21:33 WIB

    Astroid Berukuran 6 Meter Dekati Bumi saat Ramadan, Pertanda Apakah?

    Astroid Berukuran 6 Meter Dekati Bumi saat Ramadan, Pertanda Apakah? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- NASA selalu mendeteksi asteroid dan objek luar angkasa lainnya yang mendekati Bumi lewat Center for Neart Earth Object Studies (CNEOS). Walau sistem ini sudah sangat canggih, tapi masih ada saj.
  • Jumat, 01 Mei 2020 - 08:59:47 WIB

    Benarkah Alien Itu Ada? Begini Pandangan Ahli

    Benarkah Alien Itu Ada? Begini Pandangan Ahli JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Senin, 27 April 2020 publik dibuat heboh akibat video yang dirilis oleh Pentagon. Kantor Pusat Angkatan Bersenjata AS ini, merilis tiga buah video pendek yang menunjukkan adanya fenomena udara t.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]