Wisata Manggilang Tabu di Agam Nan Meredup Karena Pandemi Covid-19


Senin, 27 Juli 2020 - 17:39:08 WIB
Wisata Manggilang Tabu di Agam Nan Meredup Karena Pandemi Covid-19 Pengolahan saka tebu yang menjadi unggulan wisata di Lawang, Kabupaten Agam.

HARIANHALUAN.COM - Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam melalui panorama Danau Maninjau, Kawasan Wisata Puncak Lawang ternyata memiliki daya tarik lain bagi wisatawan melalui pengolahan tebu (manggilang tabu) secara tradisional. Sebagai destinasi unggulan, Puncak Lawang yang berada di Kecamatan Matua, Kabupaten Agam ini dikenal sebagai daerah penghasil tebu dan gula merah atau “Saka Tabu”.

Menurut Asrul (60) selaku pengelola Kilang Tabu Tradisional Ni Des, dirinya sudah puluhan tahun menekuni usaha keluarga yang sudah berlangsung turun temurun. Dikatakan bahwa pengolahan tebu secara tradisional dengan memanfaatkan tenaga Kerbau untuk menggiling tebu, akan tetap dilestarikan sebagai daya tarik bagi wisatawan saat berkunjung ke kawasan wisata berhawa sejuk ini.

“Dahulu saya pernah menggunakan mesin selama 15 tahun. Hasilnya bisa mencapai 100 kg perhari, namun kualitasnya tidak bagus, hasilnya kotor semua,” kata Asrul.

Ia mengakui melalui alat tradisional proses penyaringannya memakan waktu yang lama dimana dalam 4 kali penyaringan menghasilkan 25 kg perhari.  “Namun, hasilnya bisa dibandingkan dengan menggunakan mesin, sangat bersih dan bisa langsung dimakan,” ucapnya.

Ditemui tim MMC Diskominfo, Minggu (26/7/2020), Asrul dengan sigap memperagakan proses menyiapkan Kerbau untuk dipasangkan ke alat kilang. Mata kerbau ditutup dengan tempurung kelapa dan kain agar mau jalan. Selanjutnya, perasan tebu dimasak hingga mengental dan hasil tersebut dibentuk pada alat cetak hingga mengering dan menghasilkan gula merah “Saka Tabu”. 

Paket wisata yang disediakan Asrul pada usaha Kilang Tabu Tradisional miliknya membuat wisatawan yang berkunjung dapat menyaksikan proses pembuatan gula merah dari awal dengan menggunakan tenaga Kerbau. Disinggung tentang Pandemi Covid-19 Asrul mengakui bahwa ia juga terkena dampak langsung. 

“Biasanya banyak wisatawan mancanegara yang datang, salah satunya dari Malaysia, namun saat ini tidak ada lagi,” tuturnya. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]