Tapai Jadi Musuh Bebuyutan Masinis Kereta Api, Kok Bisa?


Senin, 27 Juli 2020 - 21:02:42 WIB
Tapai Jadi Musuh Bebuyutan Masinis Kereta Api, Kok Bisa? Tapai singkong

HARIANHALUAN.COM - Masinis, kepala perjalanan kereta api, harus fokus sepanjang perjalanan. Mereka pun menganggap minuman dan makanan memabukkan yang mengandung alkohol menjadi musuh bebuyutan, bagaimana dengan tapai alias tape?

Perjalanan membawa kereta tak sekedar menarik tuas. Dari sebelum keberangkatan, para masinis akan diuji sekali lagi dari segi kesiapan dan kesehatan.

Persiapan dimulai 45 menit sebelum berangkat membawa lokomotif. Masinis ditemani oleh asisten masinis akan lapor ke Penyelia Dinas untuk memastikan jadwal dinas.

"Kami harus mengisi daftar hadir. Kemudian dites oleh penyelia untuk melihat, membaca, memahami pengumuman dan instruksi," ujar Septian Widi Subekti, masinis muda di Daop Lokomotif Tanah Abang.

Pengujian ini untuk mengetahui kesiapan masinis dan asisten masinis. Tahap itu bukan sekedar formalitas. Sebab, andai dinilai tak siap maka masinis bakal diganti.

"Dari Penyelia Dinas kami akan diperiksa oleh tim kesehatan (Rikes). Di sana suhu tubuh, tekanan darah sampai tes alkohol dilakukan," Widi mengisahkan.

Tim kesehatan akan memberikan alat tiup yang bisa mengukur kadar alkohol dalam darah. Presentasinya harus nol, kalau nggak masinis tak boleh dinas.

"Dulu pernah ada teman yang tak jadi dinas karena makan tape. Di situ tercatat alkoholnya," dia menambahkan.

Benar, profesi ini bukan sekedar 'menyetir' kereta saja. Ada tanggung jawab dan beban kerja berat yang memaksa masinis tetap fokus sepanjang perjalanan. Buktinya, sedikit tape bisa jadi masalah.

Tapi bukan berarti masinis tak boleh makan tape. Boleh saja, asal tak sedang dinas. Kalau bisa tak dekat-dekat waktu keberangkatan dinas.

"Tapi itu dulu sebelum pandemi. Karena sekarang ludah bisa jadi penularan Corona, maka tes alkohol ditiadakan sementara," dia menjelaskan.

Tim Rikes akan memberikan surat keterangan sehat yang sudah dicap kepada masinis dan asisten masinis. Mereka harus kembali ke Penyelia Dinas untuk menunjukkannya.

Sekali lagi, para awak kabin kereta api harus menunjukkan tanda kecakapan dengan penilaian singkat. Tunjuk sebut semboyan dilakukan untuk melihat fokus mereka.

Ada perlengkapan yang diberikan oleh Penyelia Dinas kepada masinis, yaitu arloji, suling mulut dan senter. Tanda tangan persiapan dinas dibubuhkan, masinis menerima surat perintah perjalanan dinas.

Masih belum selesai, masinis menerima O 100 atau tabel kereta api dan melakukan pengecekan lokomotif. Mesin lokomotif dihidupkan, layar komputer di kabin menyala siap untuk dioperasikan. Perjalanan pun dimulai.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]