Jika Tak Diantisipasi, PNP Diprediksi Krisis SDM Lima Tahun ke Depan


Selasa, 28 Juli 2020 - 06:03:45 WIB
Jika Tak Diantisipasi, PNP Diprediksi Krisis SDM Lima Tahun ke Depan Direktur PNP Surfa Yondri. Ist

HARIANHALUAN.COM - Tantangan sangat besar yang bakal dihadapi Politeknik Negeri Padang (PNP) 5-7 tahun ke depan adalah pensiunnya sekitar 60 orang karyawan, terutama yang berstatus dosen. Untuk tahun 2021 saja, pimpinan PNP sudah menandatangani 7 orang karyawan yang bakal pensiun. Ironisnya, PNP tak bisa mendapatkan karyawan pengganti. Pemerintah tak bisa mengangkat PNS untuk ditempatkan di PNP dengan jaminan dana APBN.

Hal itu diungkapkan Direktur PNP, Surfa Yondri usai terpilihnya Ricky Vitria sebagai Ketua Jurusan Elektro, di Aula Gedung AC, baru-baru ini.

Surfa Yondri membeberkan, tak bisanya PNP mengajukan rekrutmen karyawan dengan pembiayaan dari APBN dikarenakan kondisi sekarang jumlah karyawan PNP melebihi beban kerja yang ada. Surat dari Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Na’im menegaskan hal itu.

Menyikapi dilema tersebut, Surfa Yondri mengimbau pejabat terpilih dan pejabat lainnya di lingkungan PNP untuk segera mewujudkan solusi yang ditawarkan Direktur Pendidikan Vokasi, Benny Bandanadjaja untuk segera “menikahkan” lembaga pendidikan vokasi dengan industri sehingga menghasilkan dosen dari kalangan praktisi dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Surfa Yondri merinci, dari 66 orang tenaga SDM yang diajukan, yang disetujui pemerintah cuma 6 orang. Itu artinya, PNP harus berjibaku mencari 60 orang SDM lainnya dari kalangan praktisi jika tak ingin citra lulusan PNP dengan kualitas terbaik selama ini anjlok di masa mendatang.

"Jadi, PNP terancam tertinggal nantinya dari lembaga perguruan tinggi lainnya bukan karena kemampuan tapi karena aturan," kata Direktur.

Masalah lanjut yang muncul dari fenomena ini adalah sistem penggajian. PNP tak mungkin menggaji dosen dengan latar belakang tenaga ahli (expert) setara dengan gaji di perusahaan asal mereka. Melebihkan gaji mereka dibanding dosen luar biasa lainnya juga dikhawatirkan memicu kecemburuan sosial.

"Kemendikbud sudah mengakui lama waktu magang mahasiswa di industri dan perusahaan minimal 6 bulan dengan bobot akademik 20 SKS. Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Negeri Padang harusnya terdepan mengimplementasikannya," pungkasnya. (*)

loading...
Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 13 Juli 2020 - 06:46:18 WIB

    Waspadalah, Jika Sering Maksiat Namun Rezeki Lancar

    Waspadalah, Jika Sering Maksiat Namun Rezeki Lancar HARIANHALUAN.COM - Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya yang berjudul Ad Da'u wa ad-Dawa' (Terapi Penyakit Hati) mengatakan, sebagian kaum salaf berkata, "Bila engkau melihat Allah memberikan nikmat kepadamu secara terus me.
  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 09:57:08 WIB

    Dokter Ingatkan Bahaya Ini Jika Sekolah Buru-buru Dibuka

    Dokter Ingatkan Bahaya Ini Jika Sekolah Buru-buru Dibuka HARIANHALUAN.COM - Sampai saat ini, pandemi virus Corona masih melanda Indonesia, jumlah kasusnya masih terus meningkat. Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan sedang mengkaji pembukaan sekolah .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]