PJJ Masa Pandemi, Beli Kuota Internet Bisa Pakai Dana Bos


Selasa, 28 Juli 2020 - 07:26:21 WIB
PJJ Masa Pandemi, Beli Kuota Internet Bisa Pakai Dana Bos Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bagi sebagian murid sekolah sekarang tidak perlu khawatir lagi terkait biaya pembelian kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kemendikbud menyatakan permasalahan pemenuhan uang belanja kuota internet bisa dibiayai dari dana BOS.

Aturan itu tertuang pada Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOS dan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOP PAUD dan Kesetaraan di masa kedaruratan COVID-19.

"Sebagai referensi Permendikbud 19 Tahun 2020 dan Permendikbud 20 Tahun 2020," kata Kepala Biro Kerjasama dan Humas Kemendikbud Evy Mulyani saat dihubungi detikcom, Senin (27/7/2020).

Evy memang tidak menjelaskan secara spesifik terkait dengan dana BOS bisa dimanfaatkan untuk membeli kuota internet bagi seluruh murid. Namun mengacu pada Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 secara jelas dana BOS bisa dimanfaatkan pembelian kuota internet selama pandemi Corona.

Keputusan itu tertuang pada pasal 9A, di mana selama masa penetapan status kedaruratan kesehatan masyarakat maka sekola dapat menggunakan dana BOS reguler untuk pembiayaan langganan daya dan jasa.

Pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

Seperti diketahui, selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ), kuota internet menjadi kebutuhan nomor satu bagi seluruh murid di Indonesia.

Seiring waktu berjalan, pelaksanaan PJJ menuai banyak masalah salah satunya bagi murid yang berasal dari keluarga dengan perekonomian kecil dan terdampak Corona. Tidak hanya itu, praktik di lapangan pun banyak mendapat permasalahan khususnya bagi wilayah yang belum teraliri listrik dan infrastruktur internet.

detikcom pun mencoba membuat simulasi perhitungan kebutuhan belanja kuota internet untuk seluruh murid dari SD, SMP, SMA, dan SMK. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dikutip, Senin (27/7/2020) jumlah sekolahnya tercatat sebanyak 241.409 di seluruh Indonesia termasuk negeri dan swasta. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 45.299.906 murid yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK pada periode pembelajaran tahun 2017/2018.

Jika diasumsikan satu orang murid membutuhkan Rp 100.000 per bulan untuk pembelian kuota internet, maka total belanja seluruh siswa yang ada sekitar Rp 4,52 triliun per bulan.

Tingginya pengeluaran belanja kuota internet itu dinilai harus dicarikan solusi oleh pemerintah, salah satu solusi yang diusulkan adalah subsidi kuota internet.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai, dengan banyaknya aktivitas yang mesti dilakukan secara online muncul sejumlah permasalahan di lapangan. Menurutnya, pemerintah mesti sigap untuk masalah ini.

"Dan dengan PJJ terlihat banyak permasalahan seperti akses listrik yang tidak ada, akses internet yang belum tersedia, juga akses internet yang lambat dan tidak stabil. Kalaupun ada akses, tidak semua memiliki perangkat ponsel dan laptop serta pulsa. Para Menteri harus sigap mengatasi hal tersebut," katanya kepada detikcom, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, pemerintah mesti turun ke lapangan untuk memasang jaringan internet di wilayah yang belum terjangkau dan memberikan sumbangan perangkat seperti laptop dan ponsel. Kemudian, perlu juga subsidi bahkan internet gratis.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, pemerintah memang perlu memberi subsidi kuota internet khususnya untuk kegiatan pendidikan. Sebab, internet memakan biaya yang cukup besar.

"Kalau sekarang kebutuhan katakanlah mereka dapat bansos, masyarakat miskin katakan paling tinggi Rp 600 ribu, tapi per bulan untuk biaya internet satu siswa bisa lebih dari Rp 200 ribu itu kalau satu anak, kalau berapa anak bayangkan itu karena kuotanya besar," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan anggaran untuk kegiatan pendidikan ini. Jika tidak, maka akan berisiko pada daya beli masyarakat.

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]