Waspada, Perumahan Jadi Klaster Baru Penularan Virus Covid-19


Selasa, 28 Juli 2020 - 08:31:35 WIB
Waspada, Perumahan Jadi Klaster Baru Penularan Virus Covid-19 Ilustrasi permukiman padat penduduk.(ohchr.org)

HARIANHALUAN.COM - Tidak bisa diprediksi kapan Corona akan berakhir. Meski demikian, yang bisa dilakukan hanya tetap menjaga diri dengan tetap mengacu terhadap protokol kesehatan. Apalagi Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, kasus Covid-19 saat ini tertinggi oleh klaster perumahan.

"Kalau kita lihat analisis data klaster di seluruh indonesia, yang paling tinggi itu justru klaster perumahan. Lokal transmisi di tengah masyarakat itu tinggi sekali," ujar Dewi dalam talkshow yang digelar Satgas Penanganan Covid-19, dikutip dari Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

"Itu memang masih majority-nya (mayoritas) dari pasien positif yang datang ke rumah sakit adalah dari permukiman," lanjut dia.

Tingginya transmisi lokal ini diduga disebabkan karena banyak orang yang tak menyadari terjangkit virus corona.

Karena tidak menyadari telah terjangkit, orang tersebut beraktivitas seperti biasanya di lingkungan permukimannya.

"Sehingga kita lalu menemukan klaster-klaster baru di sekitar wilayah itu yang saling berdekatan," ungkap Dewi.

Oleh sebab itu, Dewi menegaskan, peran masyarakat dalam menekan laju penularan Covid-19 sangat penting. Masyarakat diminta terus menjalankan protokol kesehatan.

"Dengan kita tetap disiplin terapkan protokol kesehatan di mana pun berada, kita bisa mencegah penularan itu. Jaga jarak, pakai masker, rajin mencuci tangan, hindari keluar rumah tidak mendesak," tambah Dewi.

Dewi menambahkan, penjagaan perbatasan wilayah terbukti mampu menekan angka kasus positif Covid-19 yang berasal dari luar ( imported case).

Ia mencontohkan wilayah Raja Ampat, Gunung Singkawang di Kalimantan Barat dan Pasaman di Sumatera Barat yang memasuki kategori zona hijau.

"Yang kita pelajari juga di antaranya adalah satu, mereka dengan tetap menjaga perbatasan wilayah keluar masuk. Ini salah satunya, karena ini mungkin menghindari adanya imported cases dari luar ke dalam,” kata Dewi.

Letak geografis Indonesia yang berjarak menguntungkan dalam memperlambat laju penyebaran Covid-19.

Ia menilai, penjagaan akses keluar masuk suatu wilayah secara ketat dapat mengantisipasi penularan virus corona.

Dengan begitu, jika ada orang yang diketahui positif, harus menjalani proses karantina lebih dahulu sebelum memasuki suatu wilayah.

"Jadi kalau kita lihat kabupaten/kota di Indonesia secara geografis juga agak-agak jauh dengan yang lainnya," ucap Dewi. (*)

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 05 Agustus 2020 - 16:48:47 WIB

    Waspada, Dalam Sehari Tembus 1.815 Kasus Covid-19 Baru di Indonesia

    Waspada, Dalam Sehari Tembus 1.815 Kasus Covid-19 Baru di Indonesia HARIANHALUAN.COM - Terus meningkat. Jumlah pasien baru terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia kini mencapai angka 116.871 orang. kasus ini terus bertambah setiap hari. Dalam sehari, penambahan kasus mencapai 1.815 orang..
  • Ahad, 19 Juli 2020 - 22:21:39 WIB

    Tetap Waspada, Kasus Covid-19 di RI Semakin Melonjak

    Tetap Waspada, Kasus Covid-19 di RI Semakin Melonjak HARIANHALUAN.COM - Kasus konfirmasi baru positif Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Tercatat hari ini terjadi penambahan sebanyak 1.639 dan total keseluruhannya menjadi 86.521 orang..
  • Selasa, 14 Juli 2020 - 20:43:44 WIB

    Waspada, Ada 46.701 Suspect Covid-19 di Indonesia

    Waspada, Ada 46.701 Suspect Covid-19 di Indonesia HARIANHALUAN.COM - Pemerintah mengubah sistem pelaporan data virus corona (Covid-19) mulai hari ini, Selasa (14/7/2020). Hal tersebut berdasarkan revisi kelima Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dari Kementerian Kes.
  • Ahad, 05 Juli 2020 - 15:04:26 WIB

    Waspada, BNPT 'Mencium' Gerakan Teroris di Tengah Pandemi Covid-19

    Waspada, BNPT 'Mencium' Gerakan Teroris di Tengah Pandemi Covid-19 HARIANHALUAN.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yog.
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 06:53:56 WIB

    Waspada, Begini Modus Baru Penculikan Anak

    Waspada, Begini Modus Baru Penculikan Anak HARIANHALUAN.COM – Delapan anak diduga menjadi korban penculikan oleh seorang pria tak dikenal, saat bermain di area Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Beruntung, seluruh korban akhirnya berhasil diselam.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]