Kenapa Kelelewar Tidurnya Terbalik? Ini Penjelasannya


Selasa, 28 Juli 2020 - 22:18:52 WIB
Kenapa Kelelewar Tidurnya Terbalik? Ini Penjelasannya ilustrasi kelelawar tidur

HARIANHALUAN.COM - Kelelawar lebih dikenal sebagai hewan malam, sebab, ketika malam kelelawar terbang untuk berburu serangga dan hewan kecil lainnya untuk makanan. Namun pada siang hari, mereka hampir tidak bergerak sama sekali. Kelelawar tidur sepanjang hari dengan posisi terbalik di tempat-tempat terpencil seperti atap gua, bagian bawah jembatan atau bagian dalam pohon yang berlubang. 

Dilansir How Stuff Works, sebenarnya ada beberapa alasan mengapa kelelawar tidur terbalik. Pertama, membantu kelelawar terbang pertama. Tidur terbalik adalah posisi ideal bagi kelelawar untuk membantunya terbang. Tak seperti burung, mamalia terbang ini tak bisa meluncur ke udara langsung dari tanah. Sayap kelelawar tidak dapat mengangkat tubuhnya. 

Kemudian, kaki belakang kelelawar sangat kecil dan kurang berkembang sehingga mereka tidak bisa berlari untuk menambah kecepatan saat lepas landas. Sebaliknya, kelelawar menggunakan cakar depan untuk naik ke tempat yang tinggi dan kemudian terbang. Dengan tidur terbalik di lokasi yang tinggi, ini membantu kelelawar siap terbang kapanpun mereka perlu keluar dari sarang. 

Kedua, tidur terbalik juga merupakan cara terbaik untuk bersembunyi dari bahaya. Saat sebagian besar predator aktif (terutama burung pemangsa), kelelawar akan berkumpul. Hal ini membuat predator tidak dapat menjangkau mereka. Tidur terbalik dan bergerombol memungkinkan kelelawar menghilang dari dunia sampai malam datang. 

Cara kelelawar tidur terbalik Kelelawar memiliki adaptasi fisiologis yang unik memungkinkan mereka bertahan dengan cara ini tanpa mengerahkan energi apa pun. Jika Anda ingin mengepalkan tangan di sekitar objek, Anda harus mengencangkan beberapa otot di lengan Anda, yang terhubung ke jari-jari Anda dengan tendon. Saat satu otot berkontraksi, otot itu menarik tendon, yang menarik salah satu jari Anda. 

Nah, cakar kelelawar menutup dengan cara yang sama, kecuali bahwa tendon mereka terhubung hanya dengan tubuh bagian atas, bukan ke otot. Untuk menggantung terbalik, kelelawar terbang ke posisinya, menarik cakarnya terbuka dengan otot lain dan mencari permukaan yang bisa digenggam. Untuk mendapatkan cakar untuk memegang permukaan, kelelawar hanya membiarkan tubuhnya rileks. 

Berat tubuh bagian atas menarik ke bawah pada tendon yang terhubung ke cakar, menyebabkan mereka mengepal. Sambungan cakar terkunci pada posisinya dan dapat menahan berat kelelawar. Akibatnya, kelelawar tidak perlu melakukan apa pun untuk menggantung terbalik. Ia hanya perlu mengerahkan energi untuk melepaskan cengkeramannya, otot-otot yang melentur yang membuka cakarnya. 

Karena cakar tetap tertutup saat kelelawar tidur, kelelawar yang mati saat bertengger akan terus menggantung terbalik sampai sesuatu (kelelawar lain, misalnya) mendorongnya hingga lepas. (*)

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]