Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumbar, Pendemo Bawa Tulisan 'Jangan Bunuh Sekolah Swasta'


Rabu, 29 Juli 2020 - 12:32:21 WIB
Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumbar, Pendemo Bawa Tulisan 'Jangan Bunuh Sekolah Swasta' Ratusan pendemo yang terdiri dari gabungan sekolah swasta di Sumatra Barat (Sumbar) melakukan unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumbar.

HARIANHALUAN.COM - Ratusan pendemo yang terdiri dari gabungan sekolah swasta di Sumatra Barat (Sumbar) melakukan unjuk rasa menuntut keadilan karena merasa terdiskriminasi akibat kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 yang terlalu memikirkan nasib sekolah pemerintah atau negeri.

Pantauan Harianhaluan.com, Rabu (29/7/2020) pagi, ratusan pendemo yang berseragam hitam putih, ditambah kerudung merah bagi pendemo perempuan tersebut mendatangi kantor Gubernur Sumbar, massa melakukan aksi dilengkapi poster berbagai tulisan.

"Jangan bunuh sekolah swasta, virus non zonasi membunuh swasta, konsisten dengan jadwal PPDB dan beragam tulisan lainnya meramaikan aksi tersebut," sorak pendemo.

Massa menuntut bahwa dengan ditambahnya rombel (rombongan belajar) pada siswa sekolah negeri, maka akan mematikan dan mendzolimi keberadaan sekolah swasta. Diakui salah seorang pendemo, Elia mengatakan bahwa keputusan rombel dengan jumlah 36 orang dalam satu kelas sudah maksimal, jika dipadatkan menjadi 40 orang maka sekolah swasta merasa dirugikan.

"Kami meminta cabut edaran dinas pendidikan Sumbar dan kembalikan kepada aturan permendikbud 22 tahun 2016," katanya seraya melakukan aksi.

Lanjut Elia, tidak hanya sekolah negeri, sekolah swasta juga telah berinvestasi untuk pendidikan di Indonesia, nyatanya saat ini sekolah swasta menangis dan menjerit karena penampung kebijakan tidak lagi berpihak kepada sekolah swasta.

"Kita berjuang agar pemangku keputusan berpihak kepada kita, se Indonesia harus mengetahui bahwa kebijakan PPDB 2020 membuat SMA dan SMK di Sumbar terdzolimi," ujarnya.

Baik swasta maupun negeri, sama-sama tempat pencetus pendidikan, tanpa adanya sekolah swasta, sekolah negeri takkan mampu memenuhi semuanya, "dari dahulu sekolah swasta sudah ada, jangan hanya sekolah negeri yang diperjuangkan sedangkan sekolah swasta di anaktirikan,"lirihnya.

Salah satu kepala sekolah swasta yang berasal dari Bukittinggi, Zamril juga mengungkapkan jika sekolah swasta tidak memiliki murid lalu siapa yang diajarnnya, Ia menyayangkan jika sebelumnya sekolah swasta dan negeri berdampingan, namun dengan kebijakan PPDB sekarang seolah membunuh kehadiran sekolah swasta.

"Biasanya sekolah saya menerima 250 siswa tiap tahun, tapi sekarang cuma 105," katanya. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]