Uji Klinis Vaksin Covid-19, Politisi PAN: Jangan Jadikan Masyarakat Sebagai Kelinci Percobaan


Rabu, 29 Juli 2020 - 12:43:59 WIB
Uji Klinis Vaksin Covid-19, Politisi PAN: Jangan Jadikan Masyarakat Sebagai Kelinci Percobaan Guspardi Gaus

HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus, meminta pemerintah agar jangan menjadikan 1.620 orang sukarelawan sebagai Kelinci Percobaan uji kilinis fase 3 vaksin sinovac asal negeri China.

Guspardi Gaus mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendengar dan mendapatkan informasi tentang  jaminan pemerintah kepada para sukarelawan itu.  Bagaima penanganan dan kebijakan pemerintah jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Disamping itu isu mengenai kehalalan produk vaksin sinovac ini juga belum jelas dan  tengah menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Legislator Dapil 2 Sumbar ini pun mengaku tidak setuju jika uji klinis 3 langsung di uji cobakan ke masyarakat . Menurut dia, seharusnya pemerintah mendapatkan informasi lengkap negara mana saja yang telah menggunakan Vaksin sinovac ini dan melakukan kajian terhadap hasil dan dampak vaksin tersebut.

" Jangan jadikan masyarakat sebagai Kelinci percobaan. Lakukanlah dulu kajian mendalam dan komprehensif secara ilmiah terhadap bebagai aspek baik dari kandungan terlebih lagi aspek kehalalan produk dan selanjunya akibat atau dampak dari vaksin tersebut" ujarnya.

Daripada langsung melibatkan ribuan sukarelawan Indonesia untuk uji klinis vaksin sinovac ini, sambung dia,0 lebih baik lakukan riset dan kajian mendalam tentang vaksin itu dengan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten. "Libatkan beberapa perguruan  tinggi dan lembaga yang berkompten lainnya. Di uji kebenaran apakah benar vaksin ini sebagai upaya untuk menyehatkan atau menyembuhkan masyarakat dari covid-19. Jadi tidak perlu ada relawan hampir 2000 orang itu. Karena WHO sendiri belum mengatakan kalo vaksin dari China ini betul terbukti menangkal  dan mencegah Covid -19," ujar Guspardi.

Tidak hanya itu, Guspardi  juga mendesak agar pemerintah membuka isi kandungan vaksin sinovac yang berasal dari China ini. Ini dinilai wajib, karena masyarakat Indonesia mayoritas Muslim. Jadi harus jelas isi dan kandungan vaksin ini apakah berasal dari tanaman , binatang atau benda lainnya. 

"Terutama kandungan apakah halal semuanya, Karena kehalalan Vaksin ini adalah sesuatu hal yang tidak bisa dinafikan dan  penglibatan MUI juga sangat diperlukan dalam pengembangan vaksin corona tersebut khususnya mengawal kaidah kehalalan vaksin sinovac ini," pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah akan segera menggelar uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19 asal China, yang dikembangkan Sinovac pada awal Agustus 2020 ini. Saat ini Pemerintah Indonesia telah menerima 2.400 vaksin. Uji coba dilalukan pemerintah yang bekerjasama dengan PT. Bio Farma

Corporate Secretary PT Bio Farma Bambang Heriyanto menjelaskan vaksin tersebut tidak langsung digunakan setibanya di Indonesia karena harus dikarantina lebih dulu. Menurut dia, sebanyak 2.400 vaksin tersebut bakal diperuntukkan bagi 1.620 sukarelawan. (*)

loading...
Reporter : Leni Marlina /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]