Benarkah Jamur Cladosporium Sphaerospermum Bisa 'Memakan' Radiasi? Ini Kata Peneliti


Kamis, 30 Juli 2020 - 19:49:56 WIB
Benarkah Jamur Cladosporium Sphaerospermum Bisa 'Memakan' Radiasi? Ini Kata Peneliti Foto: Space Tango, Inc.

HARIANHALUAN.COM - Para peneliti dari Stanford University dan University of North Carolina menemukan bahwa jamur yang berhasil berkembang biak di dekat bekas reaktor nulir Chernobyl memiliki kemampuan untuk 'memakan' radiasi yang ada di sekitarnya.

Seperti dikutip dari Teknologi.id (Haluan Media Group), Kamis (30/7/2020), jamur ini disebut memanfaatkan kekuatan melanin untuk melakukan semacam 'radiosintesis' yang mengubah radiasi gamma menjadi energi kimia, yang digunakan sebagai penopang pertumbuhan jamur.

Jamur bernama Cladosporium sphaerospermum tersebut kemudian diuji coba di stasiun ruang angkasa internasional (ISS), dan terbukti berhasil menghalangi radiasi sinar kosmik berbahaya di ISS yang setara dengan radiasi di permukaan planet Mars.

Hasil penelitian ini pun menjadi secercah harapan yang bisa digunakan untuk melindungi astronaut dalam melakukan perjalanan ke planet Mars atau bahkan memungkinkan manusia untuk hidup di Planet Merah tersebut.

Dalam penelitian di ISS, para peneliti membandingkan cawan petri yang berisi jamur C. sphaerospermum dan cawan petri yang tidak berisi jamur. Di bawahnya, sepasang detektor radiasi terhubung ke perangkat Raspberry Pi untuk menangkap tingkat radiasi, dan mengukur kelembaban, suhu, aliran dan parameter lainnya.

Hasilnya, jamur dapat bertahan dengan baik di lingkungan radiasi dan berhasil menurunkan tingkat radiasi dua hingga lima persen, padahal dalam penelitian tersebut, peneliti hanya menggunakan lapisan jamur yang relatif tipis setebal 1,7 mm. 

Tim peneliti pun memperkirakan dengan setidaknya lapisan jamur setebal 21 cm (8 inci) nantinya akan benar-benar meniadakan radiasi tahunan setara yang didapatkan di planet Mars.

Para peneliti pun berpandangan bahwa nantinya astronaut yang melakukan perjalanan antarplanet bisa membawa sedikit jamur di pesawat ruang angkasa. 

Dan begitu sampai di Mars, para astronaut hanya tinggal menambahkan nutrisi dan menumbuhkan jamur tersebut dalam jumlah besar, sehingga bisa digunakan untuk menunjang kehidupan serta melindungi pangkalan antariksa di Mars. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 21 Juli 2020 - 16:30:03 WIB

    Benarkah Thermo Gun Bisa Merusak Otak? Ini Faktanya

    Benarkah Thermo Gun Bisa Merusak Otak? Ini Faktanya HARIANHALUAN.COM – Masyarakat kembali dihebohkan dengan informasi bahwa thermo gun bisa merusak tubuh karena langsung ada berpapasan dengan otak manusia. Muncul spekulasi ini sontak membuat khawatir masyarakat. Sebab, diha.
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 16:24:08 WIB

    Benarkah Android Bisa Dijalankan di iPhone?

    Benarkah Android Bisa Dijalankan di iPhone? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tim peneliti di Project Sandcastle berhasil membuat iPhone 7 dan 7 Plus untuk menjalankan sistem operasi Android..
  • Rabu, 26 Februari 2020 - 06:28:49 WIB

    NASA Sebut Ada Alien di Planet Mars, Benarkah?

    NASA Sebut Ada Alien di Planet Mars, Benarkah? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Para ilmuwan sudah sejak lama mencari tanda-tanda kehidupan alien. Baru-baru ini, para ilmuwan berpikir bahwa kemungkinan ada kehidupan di Planet Merah Mars namun tersembunyi di gua bawah tanah..
  • Selasa, 26 November 2019 - 22:29:16 WIB

    Datsun Bakal Jadi Mobil Langka, Benarkah?

    Datsun Bakal Jadi Mobil Langka, Benarkah? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Datsun dikabarkan menyerah di pasar otomotif Indonesia. Mulai Januari 2020, Nissan menghentikan produksi Datsun di Indonesia..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]