Nadiem Dapat Curhat dari Guru Soal PJJ: Kerja Hampir 24 Jam hingga Ponsel Nge-hang


Kamis, 30 Juli 2020 - 19:54:54 WIB
Nadiem Dapat Curhat dari Guru Soal PJJ: Kerja Hampir 24 Jam hingga Ponsel Nge-hang Mendikbud Nadiem saat mendengarkan curhat terkait kendala PJJ oleh guru SMP di Bogor.

BOGOR, HARIANHALUAN.COM - Ternyata tak hanya murid yang mengalami kendala dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).  Seorang guru di SMP Al-Ghazaly, Bogor, mengaku mengalami kendala ponselnya sering hang.

Hal itu menjadi curhat guru saat bertemu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait PJJ.

Guru Seni Budaya Keterampilan SMP Al-Ghazaly Bogor, Siti Sadiyah, menceritakan sering merasa panik saat ponsel mengalami gangguan. Dia khawatir tugas-tugas siswa yang ada di ponselnya hilang sebelum dinilai.

"Karena SBK itu ada menyanyi dan segala macam, kadang memang ditugaskan untuk menyampaikan melalui penugasan yang harus menggunakan video itu. Kendalanya itu di HP saya sendiri itu menjadi nge-hang. Karena kebetulan juga HP-nya itu HP dari masa lalu," kata Siti di SMP Al-Ghazaly, Jalan Cempaka, Kebon Kelapa, Kota Bogor Tengah, Bogor, Kamis (30/7/2020)

"Jadi ketika (HP) hang itu, saya panik. Paniknya itu, 'Aduh, hilang nggak nih data anak', karena anak juga mengumpulkan," sambungnya.

Lebih lanjut guru Bahasa Inggris SMP Al-Ghazaly, Bogor, Ira Nurandi, merasa jam kerjanya selama PJJ hampir 24 jam. Menurut Ira, beberapa siswanya ada yang mengirimkan tugas malam hari karena menggunakan paket internet tengah malam.

"Jujur, jam kerja kami panjang, itu hampir 24 jam. Saya mengajar juga, selain di SMP, saya mengajar juga di SMK. Nah, itu rata-rata anak-anak mengirimkan tugasnya tengah malam dengan alasan, 'Saya punya paket kuota hemat, jadi mohon maaf saya baru tengah malam bisa mengirimkan tugas saya'," ucap Ira kepada Nadiem.

Selain itu, guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMP Al-Ghazaly, Bogor, Supriyatna mengaku kesulitan saat mengajarkan olahraga ke siswanya. Menurutnya, pelajaran olahraga penting bagi kebugaran fisik siswanya.

"PJOK ini merupakan salah satu aset penting ya, Pak. Apalagi di masa Corona, anak-anak perlu menjaga kesehatan. Nah, kesulitan untuk mengajar pelajaran PJOK dengan tidak tatap muka itu susah, Pak. Kita memberikan teori-teori saja," ucap Supriyatna.

Supriyatna pun mengusulkan agar siswa diperkenankan mengikuti pelajaran olahraga di sekolah. Setelah berolahraga, siswa pun kembali dipersilakan kembali pulang ke rumah masing-masing.

"Saya punya usul, Pak. Kalau untuk materi olahraga, kenapa sih anak nggak didatangkan ke sekolah. Itu boleh nggak, Pak? Kita kan bisa langsung, nanti anak setelah olahraga bisa pulang dengan menjaga protokol kesehatannya. Itu saja usulannya," ujar Supriyatna.

Para guru mengungkapkan hal itu saat Nadiem datang mengunjungi sekolah mereka. Nadiem melakukan kunjungan itu guna meninjau kesiapan sekolah di masa pandemi Corona.

"Apa lagi yang bapak-Ibu butuh bantuan yang kritis dari pemerintah pusat dan apa yang bisa jadi masukan untuk saya dan tim saya?" ucap Nadiem di lokasi.

Diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengunjungi beberapa sekolah di Bogor pagi tadi. Selain datang ke SMP Al-Ghazaly, Bogor, Nadiem mengunjungi SDN Polisi I Bogor, SMA Regina Pacis Bogor, SMP Muhammadiyah Bogor, dan SMK Ma'arif Kabupaten Bogor. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]