Yuk Dicoba! Ini Tiga Tren Pariwisata yang Muncul Pasca Pandemi


Jumat, 31 Juli 2020 - 13:49:12 WIB
Yuk Dicoba! Ini Tiga Tren Pariwisata yang Muncul Pasca Pandemi Salah satu destinasi wisata favorit di Sumbar, kawasan wisata terpadu Mandeh.

HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 mendorong sejumlah negara di dunia melakukan pembatasan wilayah dan larangan perjalanan untuk meredam penyebaran virus Corona, yang berdampak pada dunia pariwisata. Lalu akan seperti apakah tren pariwisata ke depannya? Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terpukul karena pandemic Covid-19, sebab negara-negara di seluruh dunia memberlakukan pembatasan perjalanan. 

Dalam perkembangannya, sejumlah negara telah melewati krisis terburuk, atau mengalami penurunan kasus, sehingga muncul pertimbangan dan kecenderungan untuk membuka kembali sejumlah destinasi pariwisata. Namun demikian, bukan berarti segala sesuatunya akan kembali persis seperti semula sebelum terjadinya pandemi. 

Wisatawan diprediksi masih akan berhati-hati terkait tren pariwisata, melakukan perjalanan, atau destinasi yang ingin mereka kunjungi. Muncul pula pola perilaku baru di masyarakat yang lebih memerhatikan kesehatan dan keselamatan. Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menyiapkan protokol kesehatan dan verifikasi implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Clean, Health, and Safety (CHS).

Skema tatanan kenormalan baru ini dianggap sangat penting dalam mendorong sektor pariwisata di masa depan. Protokol CHS sendiri dibuat untuk meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan terhadap industri pariwisata dan destinasi di Indonesia usai Covid-19. Harapannya, destinasi akan siap menerima kembali kunjungan para wisatawan, yang dimulai dari wisatawan domestik.

Lalu, seperti apa gambaran tren pariwisata pasca Covid-19? Batam Tourism Polytechnic (BTP), salah satu politeknik swasta terbaik di bidang pariwisata yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau, mengulasnya dalam poin-poin berikut:

1. Prosedur perjalanan yang lebih ketat
Protokol kesehatan pada berbagai moda transportasi diperkirakan akan terus berlanjut untuk menjaga kenyamanan para wisatawan. Salah satu contoh yang paling mudah diamati adalah prosedur berpergian dengan pesawat. Di Indonesia sendiri, sektor penerbangan kini mewajibkan para penumpang untuk menyertakan surat keterangan bebas Covid-19. Meskipun prosedur ini diterapkan dalam masa Pembatasan Sosial Jarak Jauh (PSBB), peraturan ini mungkin akan menjadi salah satu persyaratan wajib di masa depan.

Melihat pentingnya dokumen kesehatan penumpang, bandara dituntut untuk turut mengembangkan pelayanannya dengan menyediakan pemeriksaan dan tes kesehatan secara langsung, khususnya pada bandara dengan destinasi wisata yang populer. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa bandara yang telah menyediakan layanan rapid test, seperti Yogyakarta International Airport, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Supadio, dan Bandara Minangkabau.

2. Perlengkapan kebersihan menjadi hal vital
Perilaku hidup bersih kini menjadi kebiasaan baru yang akan turut dipraktikkan dalam berwisata. Dengan demikian, perlengkapan kebersihan, seperti sabun cuci tangan, hand sanitizer, tisu, dan masker akan menjadi barang yang wajib dibawa oleh para wisatawan. Dalam merespon kebutuhan tersebut, destinasi wisata dan area publik harus peduli dan selalu menerapkan prosedur kebersihan dan physical distancing. Prosedur yang ketat dan berkesinambungan ini harus menjadi prioritas seluruh industri pariwisata.

Pasalnya, aspek kebersihan akan menjadi salah satu pertimbangan esensial saat pengunjung memilih tempat wisata, seperti restoran dan hotel. Oleh karena itu, industri bisnis harus memerhatikan dan mengampanyekan standar kebersihan yang diterapkan, sehingga dapat meningkatkan kredibilitas bisnis di mata wisatawan.

3. Pariwisata tanpa sentuhan
Salah satu perubahan yang mungkin paling terlihat adalah pergeseran pola wisata menjadi touchless, mulai dari bandara hingga check-in di hotel. Pasalnya, meskipun destinasi dan tempat publik mempunyai protokol kebersihan yang ketat, masih ada risiko infeksi yang tinggi. Mulai dari pemeriksaan dokumen perjalanan (paspor dan boarding pass), sentuhan selama check-in, keamanan, dan lainnya.

Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi di masa depan akan menjadi norma baru dimana wisatawan tidak perlu menyentuh area publik, sehingga mengurangi kemungkinan transmisi virus. Teknologi ini bisa berupa touchless document scanning, voice command, atau sensor pendeteksi gerak. (*)

loading...
 Sumber : relis /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]