WHO: Orang Usia Muda Paling Berisiko Terinfeksi Covid-19


Ahad, 02 Agustus 2020 - 12:41:22 WIB
WHO: Orang Usia Muda Paling Berisiko Terinfeksi Covid-19 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa orang usia muda paling rentan terpapar virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, usia muda penyumbang tertinggi kasus positif virus mematikan tersebut di sejumlah negara.

"Kami telah mengatakannya sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi, orang-orang muda tetap berisiko saat terpapar Corona," kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (2/8/2020).

"Orang-orang muda dapat terinfeksi, orang-orang muda dapat mati dan orang-orang muda dapat menularkan virus kepada orang lain," lanjut Tedros. 

Menurut Tedros, meyakinkan orang muda di seluruh dunia bahwa virus dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan mereka tetap menjadi tantangan bagi WHO. 

Sementara itu, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO Dr Maria Van Kerkhove mengatakan, mayoritas orang yang lebih muda cenderung memiliki gejala Covid-19 yang lebih ringan, tetapi tidak semuanya. 

Beberapa orang dengan usia muda bahkan mengalami sakit parah hingga akhirnya meninggal dunia. "Orang yang memiliki penyakit ringan, beberapa dari mereka akan sembuh dengan baik. Tetapi beberapa dari mereka memiliki efek jangka panjang, dan kami baru mulai benar-benar belajar tentang ini," kata Maria Kerkhove. 

Ia menambahkan, ada usia muda yang mengalami gejala berat seperti mengidap kelelahan ekstrem, sesak napas, atau kesulitan melanjutkan kegiatan normal seperti kembali bekerja atau gym bahkan setelah mereka pulih. "Kami sedang belajar apa artinya itu," ucap Maria. 

Kerkhove bilang, ada sejumlah hal yang dapat dilakukan usia muda untuk mencegah penyebaran virus corona. Di antaranya seperti mencuci tangan, menjaga jarak sosial, mengenakan masker dan menghindari tempat-tempat ramai seperti bar. 

"Kami secara konsisten melihat klub malam sebagai penguat transmisi. Ini sangat disayangkan karena tahu bahwa kaum muda ingin melanjutkan kegiatan normal," kata Maria. 

Selain itu, WHO juga mendesak negara-negara di dunia untuk membatasi perjalanan ke luar negeri dan hanya memprioritaskan perjalanan penting untuk keadaan darurat. 

WHO merekomendasikan bahwa prioritas harus diberikan pada perjalanan penting untuk keadaan darurat, tindakan kemanusiaan, perjalanan personel penting, dan pemulangan. Desakan itu muncul akibat lonjakan infeksi baru di banyak negara sehingga negara-negara harus menerapkan kembali beberapa pembatasan perjalanan. 

WHO mendesak, setiap negara untuk melakukan analisis risiko, manfaatnya sendiri dan memutuskan prioritasnya, sebelum mengizinkan perjalanan internasional. Dalam aturan perjalanan terbarunya, WHO mengatakan negara-negara harus mempertimbangkan epidemiologi lokal dan pola penularan, kesehatan nasional dan langkah-langkah sosial yang sudah ada. 

Apabila negara memilih untuk mengkarantina semua penumpang pada saat kedatangan, mereka harus melakukannya setelah menilai risiko tersebut dan mempertimbangkan keadaan setempat, kata WHO. 

"Tidak ada risiko nol ketika mempertimbangkan potensi impor atau ekspor kasus dalam perjalanan internasional," demikian pernyataan WHO dikutip dari Channel News Asia, Jumat (31/7). 

Awal pekan ini, WHO mengatakan bahwa larangan perjalanan internasional tidak dapat diterapkan tanpa batas waktu. Negara-negara harus berbuat lebih banyak untuk mengurangi penyebaran virus corona baru di dalam perbatasan mereka. 

WHO mengatakan bahwa mereka akan memperbarui pedoman perjalanannya menjelang liburan musim panas belahan bumi utara. Sebelumnya pada bulan Juli, WHO mendesak para pelancong untuk mengenakan masker di pesawat. 

Selain itu, juga tetap mendapatkan informasi saat kasus Covid-19 melonjak lagi di beberapa negara. Panduan WHO sebelumnya untuk para pelancong telah memasukkan saran yang masuk akal yang berlaku untuk pengaturan lain seperti jarak sosial, mencuci tangan dan menghindari menyentuh mata, hidung atau mulut. (*)

loading...
 Sumber : Kontan.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:24:07 WIB

    Peringatan WHO: Kaum Muda Bisa Mati karena Covid-19 dan Dapat Menularkan Virus ke Orang Lain

    Peringatan WHO: Kaum Muda Bisa Mati karena Covid-19 dan Dapat Menularkan Virus ke Orang Lain HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kepada milenial yang hobi ke klub malam dan pantai. Pasalnya, golongan anak muda tersebut berisiko penyumpang terbesar kasus virus Corona di seluruh dunia da.
  • Sabtu, 01 Agustus 2020 - 06:15:41 WIB

    WHO: Dampak Pandemi Covid-19 Bakal Terjadi Selama Beberapa Dekade

    WHO: Dampak Pandemi Covid-19 Bakal Terjadi Selama Beberapa Dekade HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus Corona atau Covid-19 sudah merubah pola kehidupan manusia. Walhasil membuat semua aktivitas serba keterbatasan. Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim bahwa dampak pandemi akan ter.
  • Selasa, 21 Juli 2020 - 12:26:38 WIB

    WHO: Virus Covid-19 Mirip dengan Virus Flu

    WHO: Virus Covid-19 Mirip dengan Virus Flu HARIANHALUAN.COM - Dear masyarakat, tetap jaga kesehatan ya dan terus ikuti standar protokol kesehatan jika ingin keluar rumah. Lantaran, virus Corona atau Covid-19 terus meluas. Selain itu, virus mematikan ini juga memiliki .
  • Selasa, 09 Juni 2020 - 18:12:48 WIB

    WHO: Pandemi Belum Berakhir karena Kasus Harian Capai Rekor Tertinggi

    WHO: Pandemi Belum Berakhir karena Kasus Harian Capai Rekor Tertinggi HARIANHALUAN.COM - Kasus-kasus COVID-19 baru mengalami peningkatan harian terbesarnya ketika pandemi corona memburuk secara global dan belum mencapai puncaknya di Amerika tengah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pa.
  • Selasa, 09 Juni 2020 - 10:41:26 WIB

    WHO: Pandemi Covid-19 Memburuk, Bukan Saatnya Bersantai

    WHO: Pandemi Covid-19 Memburuk, Bukan Saatnya Bersantai HARIANHALUAN.COM - Lebih dari tujuh juta kasus positif virus corona telah terkonfirmasi dan 404.000 orang meninggal dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai. Namun, meski terdapat kemajuan dalam memerangi virus tersebut di Eropa,.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]