Studi Sebut Konsumsi Protein di Malam Hari Bisa Meningkatkan Gula Darah


Ahad, 02 Agustus 2020 - 15:01:11 WIB
Studi Sebut Konsumsi Protein di Malam Hari Bisa Meningkatkan Gula Darah Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Hati-hati ya, konsumsi makanan tinggi protein sebelum tidur bisa memicu peningkatan gula darah. Hasil itu terungkap dari studi yang dipresentasikan di konferensi virtual The Physiological Society.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (2/8/2020), para peneliti meminta 15 pria dan wanita muda yang sehat untuk menguji kadar gula darah mereka setelah makan.

Partisipan dibagi menjadi dua kelompok. Dalam satu sesi, mereka bangun pada jam 4 pagi, dan satu kelompok diminta minum air putih sedangkan kelompok lain mengonsumsi makanan ringan yang mengandung 63 gram protein susu.

Semua partisipan kembali tidur, dan lima jam kemudian mereka sarapan bubur dan sampel darah dikumpulkan dua jam setelahnya untuk memeriksa kadar glukosa.

Satu minggu berselang, partisipan bertukar posisi. Kelompok yang minum air putih saat bangun di malam hari beralih mengonsumsi makanan dengan protein, sedangkan kelompok yang mengonsumsi protein beralih minum air putih.

Rutinitas partisipan setelah itu tetap sama. Mereka kembali tidur, bangun untuk sarapan dan memeriksakan kadar glukosa.

Para peneliti menemukan, orang-orang yang mengonsumsi 63 gram protein di tengah malam memiliki kadar gula darah yang secara signifikan lebih tinggi setelah sarapan dibandingkan saat mereka hanya minum air putih.

Meskipun ukuran sampel studi terbilang kecil dan jangka waktunya pendek, ketua studi Eleanor Smith, M.Sc., dari Liverpool John Moores University dan University of Bath, mengatakan studi ini perlu diperhatikan karena hasilnya tidak terduga.

Mengonsumsi camilan beberapa jam sebelum makan dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, sehingga para peneliti mengantisipasi bahwa hal itu juga terlihat dalam studi ini.

"Kami bertanya-tanya apakah bangun di malam hari untuk mengonsumsi protein dapat menurunkan gula darah keesokan paginya," kata Smith kepada Runner's World.

"Namun yang mengejutkan, respon gula darah terhadap sarapan lebih tinggi saat partisipan mengonsumsi protein pada jam 4 pagi dibandingkan air putih."

Meski peningkatan gula darah dari konsumsi protein masih perlu diteliti, ia berpendapat tubuh tidak membutuhkan banyak makanan di malam hari.

Sehingga, konsumsi protein di tengah malam akan membuat tubuh mengubah protein menjadi gula.

Penelitian lebih lanjut juga akan mengeksplorasi apakah ada perbedaan antara konsumsi protein saat malam hari dibandingkan larut malam atau dini hari, namun Smith mengatakan hasilnya bisa jadi sama.

"Ini dapat menyebabkan tubuh memiliki lebih banyak persediaan karbohidrat saat bangun tidur, sehingga energi dalam sarapan tidak digunakan atau disimpan, dan menumpuk lebih banyak di dalam darah," katanya.

Apakah kita harus melewatkan camilan atau sarapan sebelum berolahraga pagi? Tidak, sebab olahraga dapat menurunkan kadar gula darah.

American Diabetes Association bahkan merekomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik setelah makan. (*)

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 15 Juli 2020 - 13:01:57 WIB

    Studi: Banyak Orang Terkena 'Broken Heart Syndrome' karena Pandemi Corona

    Studi: Banyak Orang Terkena 'Broken Heart Syndrome' karena Pandemi Corona HARIANHALUAN.COM - Sebuah studi baru yang dirilis oleh Journal of American Medical Association. Studi ini mengatakan bahwa makin banyak orang terkena 'broken heart syndrome' selama pandemi corona terjadi..
  • Jumat, 10 Juli 2020 - 06:40:41 WIB

    Studi Terbaru Sebut Covid-19 Bisa Memicu Kerusakan Otak

    Studi Terbaru Sebut Covid-19 Bisa Memicu Kerusakan Otak HARIANHALUAN.COM – Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa virus korona tidak hanya menyerang paru-paru, tapi juga dapat menyebabkan kerusakan fatal pada saraf otak. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Brain, Oxford A.
  • Rabu, 08 Juli 2020 - 10:17:55 WIB

    Studi: Banyak Pandemi Seperti Corona Bisa Terjadi di Masa Depan

    Studi: Banyak Pandemi Seperti Corona Bisa Terjadi di Masa Depan HARIANHALUAN.COM - Sebuah laporan studi menemukan kondisi yang membuat pandemi seperti Corona mungkin lebih banyak terjadi di masa depan. Seperti meningkatnya permintaan daging liar dan kerusakan lingkungan..
  • Senin, 06 Juli 2020 - 23:10:00 WIB

    Waduh, Hasil Studi Ungkap 1 dari 20 Perempuan tak Pernah Orgasme

    Waduh, Hasil Studi Ungkap 1 dari 20 Perempuan tak Pernah Orgasme HARIANHALUAN.COM - Kepuasan seksual ternyata belum dirasakan setiap pasangan. Studi terbaru menunjukkan laki-laki lebih sering mencapai orgasme dibandingkan perempuan saat berhubungan seksual..
  • Sabtu, 20 Juni 2020 - 19:02:23 WIB

    Studi Terbaru: Tidak Ada Orang yang Kebal Covid-19   

    Studi Terbaru: Tidak Ada Orang yang Kebal Covid-19     HARIANHALUAN.COM - Penelitian terbaru menemukan kemungkinan tidak adanya orang yang kebal terhadap COVID-19. Hal ini ditulis oleh sebuah studi terbaru yang dilakukan di Wuhan, China, yang dilakukan oleh Wang Xinhuan dari Rum.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]