Benarkah Transplantasi Paru Jadi Pilihan Penyembuhan Pasien Covid-19?


Ahad, 02 Agustus 2020 - 19:27:18 WIB
Benarkah Transplantasi Paru Jadi Pilihan Penyembuhan Pasien Covid-19? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Ankit Bharat, seorang ahli bedah toraks dan direktur bedah dari Northwestern Medicine Lung Transplant Program, mengatakan tidak ada pasien covid-19 yang akan hidup jika transplantasi pru-paru tidak dilakukan. Namun, transplantasi disarankan untuk pasien Corona yang berusia muda dan paru-parunya rusak akibat infeksi virus ini. 

Transplantasi atau cangkok paru-paru dianggap menjadi solusi bagi pasien Virus Corona atau Covid-19 yang masuk dalam masa kritis dengan kerusakan paru-paru parah. 

Selain itu, transplantasi juga dikhususkan bagi pasien yang memiliki kondisi medis mendasar lainnya."Transplantasi paru-paru bukan untuk setiap pasien dengan Covid-19, tetapi itu menawarkan beberapa pasien yang sakit kritis pilihan lain untuk bertahan hidup," ujarnya dilansir dari Insider, Sabtu 1 Agustus 2020, 

Ankit behasil melakukan transplantasi paru-paru terhadap Mayra Ramirez, pasien Covid-19 berusia 28 tahun asal Chicago yang menjadi orang pertama yang menerima transplantasi paru-paru di Amerika Serikat. Ramirez mengatakan kepada The New York Times bahwa dia mengidap virus corona kemungkinan pada April, meskipun telah menjaga jarak sosial dan bekerja dari rumah. Akan tetapi dia memiliki kondisi autoimun dan menggunakan imunosupresan yang mungkin membuatnya rentan terhadap coronavirus.

Pada akhir April, Ramirez datang ke rumah sakit dan dokter langsung memasang ventilator untuk membantunya bernapas. Namun bahkan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, paru-parunya sangat rusak sehingga dokter menempatkannya dalam daftar transplantasi.

Kondisi paru-paru Ramirez penuh lubang dan luka. Hingga akhirnya pada pertengahan Juni Ramirez menjalani operasi transplantasi selama 10 jam. "Aku memandang diriku sendiri dan tidak bisa mengenali tubuhku. Saya tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memproses apa yang sedang terjadi, yang saya tahu adalah bahwa saya ingin air," cerita Ramirez ketika dia selesai menjalani operasi transplantasi paru-paru. (*)

loading...
 Sumber : Tempo.co /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 Agustus 2020 - 08:47:21 WIB

    Benarkah Virus Covid-19 akan Melemah Sendiri?

    Benarkah Virus Covid-19 akan Melemah Sendiri? HARIANHALUAN.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan ada kemungkinan virus corona (Covid-19) bisa melemah dengan sendirinya. Hal menurutnya menjadi skenario akhir penanda berakhirnya pandemi corona yang telah mew.
  • Ahad, 09 Agustus 2020 - 12:24:43 WIB

    Hasil Penelitian, Benarkah Pasien Covid-19 Sembuh Alami Gangguan Pendengaran?

    Hasil Penelitian, Benarkah Pasien Covid-19 Sembuh Alami Gangguan Pendengaran? HARIANHALUAN.COM - Audiolog dari University of Manchester menemukan kemampuan mendengar pasien Virus Corona COVID-19 berkurang setelah delapan pekan dipulangkan dari rumah sakit. Masalah itu kemungkinan berlangsung lama setel.
  • Senin, 27 Juli 2020 - 23:00:25 WIB

    Benarkah Thermo Gun Membahayakan Otak? Simak Penjelasan Guru Besar UGM Ini

    Benarkah Thermo Gun Membahayakan Otak? Simak Penjelasan Guru Besar UGM Ini HARIANHALUAN. COM - Guru Besar Departemen Neurologi FKKMK UGM, Prof. Samekto Wibowo mengatakan, informasi terkait thermo gun bisa membahayakan otak tidak benar. Terlebih, thermo gun sudah lama dipakai bidang medis dan tidak a.
  • Sabtu, 25 Juli 2020 - 12:01:38 WIB

    Benarkah CFD Rentan Tertular Covid-19, Mitos atau Fakta?

    Benarkah CFD Rentan Tertular Covid-19, Mitos atau Fakta? HARIANHALUAN.COM - Spesialis kedokteran olahraga yang juga direktur Slim & Health Sports Center Jakarta, dr Michael Triangto, SpKO menyebutkan, bahwa mengikuti CFD aman karena berada di udara terbuka sehingga tidak memungkink.
  • Sabtu, 25 Juli 2020 - 07:51:49 WIB

    Benarkah Berbicara Bisa Tularkan Corona?

    Benarkah Berbicara Bisa Tularkan Corona? HARIANHALUAN.COM - Para ilmuwan meyakini SARS-CoV-2, virus Corona penyebab COVID-19, bisa bertahan di udara dalam bentuk mikrodroplet yang keluar saat bernapas maupun berbicara. Yang belum bisa dipastikan adalah, apakah virus.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]